Catatan Pengamat Soal Gerakan Jateng di Rumah Saja: Siapkan Solusi Bagi Warga Terdampak

Catatan Pengamat Soal Gerakan Jateng di Rumah Saja: Siapkan Solusi Bagi Warga Terdampak

Terbaiknews - KOMPAS.com - Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowogerakan Jateng di rumah saja...

KOMPAS.com - Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, gerakan Jateng di rumah saja menuai berbagai reaksi, baik dari sejumlah kepala daerah maupun masyarakat umum.

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Slamet Rosyadi di Purwokerto, gerakan itu akan efektif jika diiringi dengan penerapan protokol kesehatan secara masif.

Selain itu, operasi yustisi juga benar-benar dilakukan secara ketat.

"Para perangkat daerah tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan juga harus berperan lebih aktif dalam melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan dan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan di wilayah masing-masing," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Titik Terang Kasus Jagal Kucing di Medan, Saksi Kunci Ditemukan, Bukti Lengkap

Namun demikian, tambah Slamet, pemerintah daerah juga harus mencarikan solusi bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi selama program tersebut.

"Perlu dipikirkan juga bahwa untuk mereka yang bekerja dengan upah harian atau usaha kecil akan sangat terdampak secara ekonomi. Pemerintah daerah harus mempersiapkan solusi misalkan dengan memberikan bantuan sosial," katanya.

Bupati Batang Wihaji: Kita Pahami Suasana Kebatinan Pak Ganjar, tetapi Rakyat Butuh Makan

Catatan Pengamat Soal Gerakan Jateng di Rumah Saja: Siapkan Solusi Bagi Warga TerdampakKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Seperti diketahui, pada tanggal 6-7 Februari Ganjar mengeluarkan surat edaran soal gerakan Jateng di rumah saja untuk merespon atas keluhan Presiden Joko Widodo yang menilai pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) gagal.

“Hasil rapat dengan para Sekda dan alhamdulillah sebagian besar setuju. Kira-kira kita siap di tanggal 6 sampai 7 (Februari) untuk melakukan gerakan di rumah saja secara bersama-sama. Maka kita minta partisipasi masyarakat yuk kita di rumah saja, hanya dua hari saja," ucap Ganjar di rumah dinasnya, Semarang, Selasa (2/2/2021).

(Penulis: Kontributor Pekalongan, Ari Himawan Sarono | Editor : Dony Aprian)