Cara Polisi Menguatkan Keluarga Korban Sriwijaya Air di Tulang Bawang Barat

Cara Polisi Menguatkan Keluarga Korban Sriwijaya Air di Tulang Bawang Barat

Terbaiknews - LAMPUNG- Tim Trauma Healing Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Lampung memberikan...


LAMPUNG, - Tim Trauma Healing Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Lampung memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Pendampingan psikologis dilakukan dengan menyambangi kediaman ketiga keluarga korban di Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Tulang Bawang Barat, Senin (11/1/2021).

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pendampingan ini adalah pertolongan pertama psikologis kepada keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182.

Tanah Longsor di Sumedang Masih Terus Bergerak, Pencarian 27 Korban Hilang Terkendala

"Psychologicalfirst aid atau PFA ini dilakukan dengan hadir mendampingi keluarga korban baik secara fisik maupun psilologis," kata Pandra ditemui di lokasi, Senin (11/1/2021).

Pendampingan ini dilakukan terhadap keluarga Sugino Effendi, Pipit Piyono, dan Yohanes.

Pandra mengatakan, harapan dari pendampingan ini mampu memfasilitasi keluarga korban dalam menghadapi kecemasan yang mungkin muncul saat masih menunggu kabar kejelasan keluarganya yang hilang dalam insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Ada pendekatan khusus kepada para keluarga korban yang sedang menunggu hasil informasi resmi dari DVI," kata Pandra.

6 Daerah di Jabar Zona Merah, Kabupaten Karawang yang Terlama

Sementara itu, Ketua Tim Trauma Healing Biddokkes Polda Lampung AKBP Yuni mengungkapkan, pendampingan dilakukan dengan berkomunikasi secara langsung melalu proses konseling untuk memfasilitasi reaksi emosional.

"Seperti ungkapan rasa sedih, cemas, marah dan penuh harap dari keluarga kondisi anggota keluarganya yang hilang," kata Yuni.

Yuni mengatakan, layanan dukungan psikologis ini diharapkan bisa mengurangi beban psikologis keluarga korban, agar bisa terus bersabar menghadapi musibah.

"Dan tetap berdoa terbaik akan nasib para keluarganya atas kecelakaan maut itu seraya mempersiapkan kondisi psikologis keluarga korban untuk menghadapi kemungkinan terburuk mengenai kondisi korban," kata Yuni.