Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19, Pemprov Banten Susun Skema Jaring Pengaman Sosial

Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19, Pemprov Banten Susun Skema Jaring Pengaman Sosial

Terbaiknews - SERANG(KB).- Pemprov Banten saat ini sedang menyusun skema jaring pengaman sosial yang...

SERANG, (KB).- Pemprov Banten saat ini sedang menyusun skema jaring pengaman sosial yang diperuntukan bagi masyarakat terdampak virus corona atau Covid-19. Belum dipastikan berapa anggaran yang akan digelontorkan untuk hal tersebut.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten masih menyusun skema penyaluran skema social safety net atau jaring pengaman sosial bagi warga Banten.

“Ini lagi nyusun skema sesuai arahan dari pusat. Jadi tunggu dulu. Baru ada teleconference dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri). Belum ke arah sana (anggaran),” kata Al Muktabar.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan hasil rapat Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Provinsi Banten, warga di Banten yang diprediksi terdampak secara ekonomi oleh virus corona mencapai 650.000 kepala keluarga (KK).

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinsos Banten Budi Dharma Sumapraja menuturkan, pemprov memang sedang mempersiapkan skema social safety net untuk warga Banten yang ekonominya terdampak virus corona. Akan tetapi, lebih lanjut mengenai informasi tersebut ia menyarankan wartawan menanyakan langsung kepada pimpinan.

“Skema social safety net sudah dan sedang dipersiapkan, tapi penjelasan resmi baiknya ditanyakan langsung pada pimpinan, dalam hal ini Gubernur atau Pak Sekda,” ujar Budi, kemarin.

18 orang meninggal

Sementara itu, jumlah kasus positif virus corona di Banten hingga 3 April 2020 mencapai 122 orang. Kasus itu terdiri atas 94 orang masih dirawat, 10 dinyatakan sembuh dan 18 orang meninggal dunia. Sebarannya meliputi Kabupaten Tangerang 29 orang, Kota Tangerang 38 orang, dan Kota Tangerang Selatan 55 orang.

Tak hanya kasus positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Banten juga terus mengalami kenaikan. Pada 3 April 2020 PDP di Banten mencapai 444 orang. PDP itu terdiri atas 39 dinyatakan sembuh, 380 masih dirawat dan 25 orang meninggal dunia.

Adapun sebaran PDP meliputi Kabupaten Pandeglang 11 orang, Kabupaten Lebak 3 orang, Kabupaten Tangerang 92 orang, Kabupaten Serang 11 orang, Kota Tangerang 157 orang, Kota Cilegon 3 orang, Kota Serang 7 orang dan Kota Tangerang Selatan 160 orang.

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya mencapai 3.210 orang. Tersebar di Kabupaten Pandeglang 693 orang, Kabupaten Lebak 248 orang, Kabupaten Tangerang 290 orang, Kabupaten Serang 501 orang, Kota Tangerang 617 orang, Kota Cilegon 316 orang, Kota Serang 139 orang, dan Kota Tangerang Selatan 406 orang. Dari jumlah ODP tersebut, 505 dinyatakan sembuh dan 2705 masih dipantau.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Ati Pramudji H mengatakan, penanganan virus corona di Banten dilakukan dua OPD. Penanganan yang sifatnya pencegahan dilakukan BPBD Banten, sedangkan untuk penanganan pasien dilakukan Dinkes Banten.

“Untuk kabupaten/kota Pak Gubernur sudah memberikan bantuan keuangan yang tentunya bisa digunakan seluruhnya untuk kebutuhan penanganan covid (virus corona) kabupaten/kota,” ucapnya.

Ia mengatakan, adapun yang masih mengalami kelangkaan yaitu alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis. Selain langka, harganya juga terus mengalami kenaikan.

“Inilah yang menyebabkan kami punya uang tapi kami masih kesulitan untuk membeli. Tapi untuk RSUD Banten dalam satu bulan ini cukup. Untuk dua bulan berikutnya kami sedang memesan secara bertahap,” tuturnya.

Kemudian, untuk kebutuhan APD kabupaten/kota dibantu oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bantuan 12 ribu APD ke Banten sudah didistribusikan kepada kabupaten/kota.

“Distribusi kepada kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah confirm (positif corona) dan PDP yang ditangani,” ucapnya. (SN)*