Tahun Ini Seba Baduy Batal Digelar

Tahun Ini Seba Baduy Batal Digelar

Terbaiknews - LEBAK(KB).- Pemkab Lebak tahun ini membatalkan pelaksanaan tradisi ritual “Seba...

LEBAK, (KB).- Pemkab Lebak tahun ini membatalkan pelaksanaan tradisi ritual “Seba Baduy”. Hal itu berkenaan dengan dilakukannya upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Benar, Seba Baduy tahun 2020 dibatalkan pelaksanaannya. Pembatalan sudah ditandatangani Ibu Bupati dengan menindaklanjuti usulan tetua adat Baduy sekaligus Kepala desa (Kades) Kanekes, Kecamatan Leuwidamar,” kata Kepala Dinas pariwisata (Dispar) Lebak Imam Rismahayadin, Selasa (2/6/2020).

Menurut dia, pembatalan ritual “Seba Baduy” berdasarkan surat Bupati dengan mempertimbangkan surat Keputusan Presiden (Kepres) Nomor: 12 tahun 2020, tentang penetapan bencana non alam tentang penyehatan Covid-19 sebagai bencana nasional.

“Selain itu juga mempertimbangkan keputusan maklumat Kapolri Nomor: Mak/02/III/2020, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyehatan Covid-19 serta Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor: 366/Kep 202-BPBD/2020, tentang penetapan status keadaan tertentu darurat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19, sebagai upaya untuk melindungi warga Baduy dari paparan Covid-19.

“Tidak hanya menutup aktivitas wisata, Pemerintah desa (Pemdes) Kanekes juga melarang warga Baduy untuk bepergian ke kota besar, seperti Jakarta untuk menghindari paparan Covid-19,” ucapnya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak melaksanakan kegiatan perayaan Seba Baduy yang sedianya digelar Sabtu (30/5/2020) malam.

“Kami membatalkan Seba Baduy juga pertimbangkan adanya dua warga Lebak positif Covid-19 dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Banten,” tuturnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Seba Baduy itu rencananya dilaksanakan sederhana sehubungan pandemi Covid-19 dan dihadiri Bupati Lebak. Pelaksanaannya digelar 30 Mei 2020, namun adanya warga Lebak positif terpapar Covid-19 akhirnya direkomendasikan tidak dilaksanakan Seba Baduy.

Begitu juga objek wisata pun ditutup sampai waktu tidak tertentu guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami belum mengetahui kapan berakhir pandemi Covid-19, sehingga objek wisata kembali dibuka,” katanya.

Diketahui, Seba Baduy merupakan tradisi ritual khas masyarakat Baduy atau biasa disebut urang Kanekes. Ini merupakan tradisi leluhur berupa menyerahkan hasil bumi. Seba sendiri berarti seserahan.

Aneka hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, sayuran, dan palawija dibawa dalam pawai sepanjang ratusan kilometer. Ritual ini biasanya diikuti ribuan masyarakat Baduy luar maupun dalam. Dengan pakaian khas Baduy, mereka berjalan membawa hasil bumi. Baduy Luar atau Baduy Pendamping, ditandai dengan pakaian hitam dan ikat kepala biru.

Sementara itu, Baduy Dalam atau Urang Jero memakai busana dan ikat kepala putih. Urang Jero bisa dijumpai di tiga kampung yaitu Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. (ND)*