Jelang Kenormalan Baru, 4.000 Ponpes di Banten Minta Segera Buka

Jelang Kenormalan Baru, 4.000 Ponpes di Banten Minta Segera Buka

Terbaiknews - SERANG(KB).-ÂGubernur Banten Wahidin Halim (WH) tengah mempersiapkan berbagai hal sebelum...

SERANG, (KB).-ÂGubernur Banten Wahidin Halim (WH) tengah mempersiapkan berbagai hal sebelum masa transisi menuju era kenormalan baru atau new normal. Salah satu yang disorot yaitu protokol kesehatan di pondok pesantren (ponpes).

Belum lama ini, WH menerima para pemimpin pondok pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP).

Dia mengatakan, sekitar 4 ribu pondok pesantren di Banten minta segera dibuka. Sementara, kata WH, sekitar 40 persen santrinya berasal dari luar Provinsi Banten.

“Para santri dikumpulkan Kanwil Kemenag Banten. Sudah dirumuskan protokol kesehatan untuk diterapkan dan dijalankan oleh pondok pesantren,” kata Gubernur WH mencermati data perkembangan Covid-19 dalam Rapat Evaluasi Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Banten Jumat, (5/6/2020).

Rapat diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar, Wakapolda Banten, Danrem 064/Maulana Yusuf, Danrem 052/Wijaya Krama, Kajati Banten, Kakanwil ATR/BPN Banten, Kabinda Banten, dan Kakanwil Kemenag.

“Masih terjadi penambahan (kasus covid), tapi tidak agresif,” kata WH.

Gubernur WH juga menyorot Kota Serang yang berubah menjadi warna orange akibat aktivitas saat lebaran sehingga harus melakukan langkah-langkah pro-aktif.Â

“Kita harus semangat untuk kembali ke zona hijau dan dan kembali ke new normal,” kata mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini.
Menurutnya, ada empat kebutuhan untuk new normal.

Pertama memerlukan blue print, kedua konsep, ketiga simulasi, dan keempat sosialisasi.Â
“Kondisi saat ini, harus mencoba mempersiapkan dulu sebelum masuk masa transisi. Termasuk bagaimana perhatian kita pada kegiatan keagamaan, sosial budaya, dan sebagainya,” ujarnya.

Pada rapat WH meminta jajarannya agar mewaspadai kedatangan orang-orang dari luar Banten. Sebab, banyak tercatat mobilitas dari luar Banten ke Pandeglang dan Lebak, terutama dari Jakarta.Â

“Harus ada tindakan seperti karantina. Sementara di wilayah provinsi lain, orang yang berkunjung akan dikarantina,” katanya.

WH juga instruksikan Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan rapid test dan memetakan seluruh penyebaran Covid-19 di Banten untuk mengetahui di mana saja transmisi lokal, siapa transmiternya dan lain-lain.Â

“Dengan jumlah penduduk yang mencapai 11 juta jiwa, jumlah ideal yang ikut skrining Covid-19 seharusnya 110 ribu orang,” tuturnya.

Sementara itu Sekda Al Muktabar melaporkan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten senantiasa mengikuti perkembangan yang masih terjadi. Membuat struktur-struktur kerja terkait new normal.Â

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah menuju new normal,” ujarnya.Â(RI)*