Akibat Pandemi Covid-19, Jumlah Orang Berkurban Diprediksi Menurun

Akibat Pandemi Covid-19, Jumlah Orang Berkurban Diprediksi Menurun

Terbaiknews - SERANG(KB).- Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Serang Adjat Gunawan memprediksijumlah orang yang...

SERANG, (KB).- Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Serang Adjat Gunawan memprediksi, jumlah orang yang berkurban tahun ini diperkirakan akan menurun dibanding tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19.

Padahal, di tahun-tahun sebelumnya partisipasi kurban baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) atau pun masyarakat umum tinggi dan selalu meningkat.

“Kalau Iduladha kita tetap mengimbau seperti tahun kemarin. Cuma kalau melihat sekarang agak menurun partisipasinya. Karena kondisi pandemi secara langsung berdampak pada finansial baik di masyarakat, PNS (Pegawai Negeri Sipil), jadi semua lapisan masyarakat terdampak,” ujar Adjat kepada Kabar Banten belum lama ini.

Adjat mengatakan, ada kemungkinan terjadi penurunan partisipasi berkurban tahun ini. Namun demikian, jika penurunan itu terjadi harus dimaklumi.

“Tapi saya yakin kalau yang niatkan ibadah akan melaksanakan (kurban) ketika dalam kondisi mampu, hanya dengan kondisi sekarang kalau menurun dimaklumi,” tuturnya.

Ia mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya banyak dari kalangan ASN, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) serta dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit yang turut berkurban.

Bahkan bisa dikatakan partisipasi berkurban sangat tinggi. Namun demikian, untuk tahun ini pihaknya juga sudah membuat surat edaran imbauan untuk tetap berpartisipasi.

“Kalau sekarang surat edaran sudah disampaikan untuk tetap partisipasi, tapi tetap sulit diprediksi kemampuan masyarakat baik di kalangan umum dan ASN. Karena tidak semua masyarakat punya tabungan lebih,” katanya.

Disinggung soal pelaksanaan Salat Iduladha, Adjat mengatakan, saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Seperti apa protokol covid yang akan diterapkan dalam pelaksanaan Salat Iduladha tersebut.

“Biasa kita Salat Ied di Kramatwatu tapi sekarang merah. Kramat (Zona merah covid), jadi saya agak ragu. Walau nanti pada akhirnya kebijakan pimpinan seperti apa Salat Iduladha ini. Kalau Kramat sampai sekarang merah agak kecil kemungkinannya di Kramat. Kita harus mengedepankan kemaslahatan,” ujarnya.

Kasubag Bina Keagamaan pada Kesra Setda Kabupaten Serang Eeng Kosasih mengatakan, untuk kurban pihaknya sudah melayangkan surat edaran sekitar dua pekan lalu pada organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam imbauan itu disampaikan apabila mampu silakan melakukan kurban.

“Karena di kesra adalah panitia kurban, kemudian kita masih menunggu data yang masuk tiap OPD,” ujarnya.

Eeng mengatakan, sampai saat ini dari total OPD yang ada, baru sekitar 30 persen yang sudah memberikan laporan data ke kesra.

“Karena sebetulnya kurban itu tidak menerima hewan tapi datanya. Data itu didistribusikan ke mustahik atau orang membutuhkan. Dari OPD setelah data masuk kita kasih tahu bahwa hewan kurban akan dikirim ke yayasan atau ponpes mana,” tuturnya.

Menurut dia, jika ada penurunan partisipasi hal itu sangat dimaklumi dengan kondisi saat ini. Sebab, sedikit banyak pasti terpengaruh pandemi covid.

â&;&;Sifatnya (Surat edaran Kesra) tidak mewajibkan. Hanya OPD yang dapat berpartisipasi saja. Karena kita sudah ada permohonan yang masuk ke kita saya katakan nanti disesuaikan hewan yang masuk,” katanya. (DN)*