Pemkot Pangkalpinang anggarkan Rp6,3 miliar untuk PBI

Pemkot Pangkalpinang anggarkan Rp6,3 miliar untuk PBI

Terbaiknews - Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota PangkalpinangProvinsi Kepulauan Bangka Belitungtahun...

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp6,9 miliar untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
"Tahun ini pemkot hanya memiliki dana Rp6,3 milyar untuk jumlah peserta PBI sebanyak 19.526 orang. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, dana tersebut hanya bisa membayar untuk tujuh bulan saja," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Suriyanto, Rabu.
Terkait hal itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dan mendata lagi para peserta bantuan iuran tersebut, agar dana yang disediakan lebih tepat sasaran.
"Nanti untuk para penerimaannya akan kami evaluasi dan data kembali, siapa tahu yang menerima PBI ini ada yang sudah meninggal dunia atau sudah pindah jiwa, tetapi tetap kita bayar," katanya.
Dikatakannya, saat ini tim dari Dinkes bersama petugas RT mendata kembali setiap kelurahan, agar peserta yang sudah meninggal dunia atau sudah pindah jiwa bisa dihapus kepesertaannya.
"Walaupun dengan keterbatasan dana saat ini, kami belum ada melakukan pemutusan hubungan kepada peserta PBI di Kota Pangkalpinang, sambil menunggu hasil evaluasi. Saat ini sudah berapa kecamatan yang selesai, semoga saja dana Rp6,3 miliar ini cukup," ujarnya.
Ia mengatakan, jika hasil evaluasi nantinya jumlah perserta PBI masih 19.526 orang, maka pihaknya akan meminta bantuan untuk penambahan dana sekitar Rp5 miliar, karena dana saat ini hanya cukup untuk tujuh bulan atau hanya bisa membantu sekitar 12.500 orang.
"Dengan jumlah peserta sebanyak 19.526 orang, maka dana yang dibutuhkan sekitar Rp12 miliar. Untuk sementara tujuh bulan kedepan kami tetap membantu dan tidak ada pemutusan hubungan, hingga mendapat bantuan anggaran," katanya.
Agar para peserta PBI tetap mendapat bantuan, saat ini pihaknya sudah mengajukan kepada tim anggaran Kota Pangkalpinang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Jangan sampai ada masyarakat yang tadinya menjadi peserta PBI, karena keterbatasan dana tidak dapat diakomodir lagi sebagai penerima PBI. Kami janji tidak ada pemutusan hubungan kepada peserta PBI di Kota Pangkalpinang, kami akan tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," ujarnya.