3 Warga yang Diamankan Terkait Kasus Dugaan Keracunan di NTT Telah Dipulangkan

3 Warga yang Diamankan Terkait Kasus Dugaan Keracunan di NTT Telah Dipulangkan

Terbaiknews - TAMBOLAKA- Sebanyak tiga warga Kecamatan Kodi BangedoKabupaten Sumba Barat DayaNusa Tenggara...

TAMBOLAKA, - Sebanyak tiga warga Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.

Warga berinisial HHK (35), YNP (30), dan SBK (35), itu diamankan terkait insiden dugaan keracunan ikan yang menimpa puluhan warga pada Minggu (3/1/2021).

Soal Suara Dentuman Misterius di Malang, Ini Pesan Wali Kota Sutiaji...

"Kami tidak tahan yang bersangkutan. Tapi yang bersangkutan sendiri waktu itu yang mengamankan diri di Polsek. Karena takut, jangan sampai massa mengamuk," kata Kapolsek Kodi Bangedo AKP Agus Suprianto kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (3/2/2021) malam.

Mereka dipulangkan ke rumah masing-masing pada 20 Januari 2021. Hal itu berdasarkan permintaan dari tokoh masyarakat setempat.

Namun, ketiganya masih berstatus wajib lapor di Polsek Kodi Bangedo.

"Nanti kalau ada perlukan keterangan-keterangan lebih lanjut, kita periksa mereka," ungkap Agus.

Ia menjelaskan, saat ini situasi di wilayah itu terpantau aman dan kondusif.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengamankan tiga orang warga berinisial HHK (35), YNP (30), dan SBK (35) di Mapolsek setempat, Minggu (3/1/2021).

Mereka diamankan terkait peristiwa dugaan keracunan ikan yang menimpa puluhan warga di wilayah itu.

Polisi Ungkap Penyebab Keracunan Massal yang Tewaskan 2 Warga, Begini Hasil Penelitian Laboratorium

"Kami sudah amankan (orang) yang tangkap ikan sama yang jual itu. Kami sudah amankan. Diduga sementara, ikan itulah yang menyebabkan kematian. Termasuk sakit, gejala-gejala itu, dan dua orang yang sudah meninggal dunia," ujar Agus kepada Kompas.com,Rabu (6/1/2021).

Polsek Kodi Bangedo juga mengamankan barang bukti berupa pukat dan sisa ikan yang diduga beracun tersebut.