The Journey of Balang Lompo: Antara Asal Muasal dan Mantan

The Journey of Balang Lompo: Antara Asal Muasal dan Mantan

Terbaiknews - Momen klimaks kenangan itu berada pada fase dimana kita mampu mengingatnyadan kita seakan bisa...

Momen klimaks kenangan itu berada pada fase dimana kita mampu mengingatnya, dan kita seakan bisa kembali ke masa-masa indah-indah itu.
Sebagaimana tadi pagi saya bersama keluarga berkunjung ke pulau, untuk menziarahi makam kakek saya, tepatnya di pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep.
Sudah kurang lebih 2 tahunan saya baru punya kesempatan untuk bisa berkunjung ke pulau inj, ada banyak hal yang entah membuat lorong-lorong kenangan di kepala saya setiap kali menjelajahi sudut-sudut pulau yang punya pulabuhan ini.
Mulai dari petuah-petuah kakek saya, hangat dan sukacita keluarga saya di sini, dan masih banyak lagi yang tak dapat kudeskripsikan secara runut di tulisan ini.

The Journey of Balang Lompo: Antara Asal Muasal dan Mantan
foto: dokpri/SahyulPahmi
Agaknya, andai saya punya pilihan hidup di masa-masa tua nanti, saya hanya ingin menghabiskannya di pulau ini. Menikmati desir ombak yang setiap saat menderu, desir pasir putih yang dicumbu angin dan bibir pantai, atau lalu lalang perahu nelayan dan bunyi mesinnya, yang sungguh akan membuat hidup makin terasa sebenar-benarnya kehidupan.
Maka tak heran, jika "asal muasal" saya adalah lautan, alam pikiran saya dilahirkan oleh ganasnya ombak di lautan, sebab memang leluhur saya hidup dan mati di antara rotasi kehidupan di lautan.
sayanya saja, yang nda tahu bagaimana metode dan teknik melaut yang baik. hahaha.
"Asal muasal itulah" yang menjadi tonggak hidup saya, untuk terus berombak sekalipun harus melaju di arah berlawanan, saya tak peduli suara angin berteriak kencang di sekeliling saya, saya pun tak peduli sedalam apapun lautannya, yang jelas saya terus berombak, menuju matahari terbenam.

The Journey of Balang Lompo: Antara Asal Muasal dan Mantan
foto: dokpri/SahyulPahmi
Maka jangan heran teman-teman kalau pola pikir saya, agak keluar dari maistremisitas orang pada umumnya, hehehe.
Akan tetapi bukan sekadar itu yang membuat pulau ini sangat berkesan bagi saya, namun juga perihal pacar saya yang sudah menjadi mantan.
Dulu, saat masih bersamanya jangan baper yah hahah, saya selalu menceritakan asal muasal saya sebagai orang pulau, dan ia sangat menyukainya pun ia ingin sekali dalam hidupnya juga berkunjung ke sana, sampai tema-tema pembicaraan paling seru kami tentang traveling bersama ke pulau ini, sembari membaca puisi di depannya dalam suasana pulau yang begitu romantis.
Walau bersamanya hanya terhenti di satu kata "sudah" atau "jadi cerita lain di suatu masa yang indah saja", tapi pulau selalu saja menhantarkanku pada kenangannya sebagaimana halnya ombak yang bergerak ke ujung pantai ini, selalu dan tak pernah berhenti.
Sampai ketika semua hal itu, hanya didapati ketika matahari terbit, dan juga menghilang ketika matahari terbenam di pulau ini.
Yang terpenting, jangan pernah berhenti untuk bahagia~

SahyulPahmi

*tulisan ini telah dipublikasikan sebelumnya di web pribadi saya,Âsahyulpahmi.blog

VIDEO PILIHAN