Tempat Rekreasi di Indonesia Tutup Sementara, Kerugian Lebih Besar Bila Tetap Buka

Tempat Rekreasi di Indonesia Tutup Sementara, Kerugian Lebih Besar Bila Tetap Buka

Terbaiknews - JAKARTAKOMPAS.com – Imbauan penutupan sementara yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Pusat...

JAKARTA, KOMPAS.com – Imbauan penutupan sementara yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (DPP ARKI) mulai Senin (23/3/2020) hingga 5 April 2020 disambut baik oleh para anggotanya.

“Sejauh ini mereka menyambut baik (surat edaran terkait imbauan penutupan sementara) karena mereka merasa senasib dan seperjuangan,” kata Ketua Umum ARKI, Taufik A. Wumu, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/3/2020).

Taufik menuturkan bahwa seluruh tempat rekreasi yang merupakan anggota ARKI diharap turut mengikuti arahan dari masing-masing daerah.

Baik itu arahan dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Kota.

Update: 84 Tempat Rekreasi di Indonesia Tutup Sementara, Cegah Virus Corona

Menurutnya, suran edaran yang dikeluarkan DPP ARKI adalah arahan agar tempat rekreasi partisipatif dan turut mendukung program pemerintah untuk menghambat penyebaran virus corona (Covid-19).

“Kalau kami evaluasi, kalau kami buka juga malah akan membuat banyak sekali risiko yang ditanggung anggota ARKI," jelas Taufik

Sementara jika tempat rekreasi buka, Taufik menyebutkan tempat rekreasi rugi lantaran tak ada pungunjung.

Tempat Rekreasi di Indonesia Tutup Sementara, Kerugian Lebih Besar Bila Tetap BukaDok. Taman Safari Bogor Kemeriahan Imlek di Taman Safari Bogor.

“Kita tutup juga loss. Tapi loss tidak sebanyak kalau kita masih buka karena traffic tidak ada," lanjutnya.

Biaya listrik karena mesin menyala, gaji karyawan, dan sebagainya harus ditanggung oleh tempat rekreasi yang buka tetapi tak ada pengunjung.

Selama penutupan sementara berlangsung, Taufik menuturkan bahwa seluruh tempat rekreasi di bawah ARKI akan melakukan penyemprotan disinfektan.