Liburan di Musim Wabah Penyakit Infeksi Virus Corona

Liburan di Musim Wabah Penyakit Infeksi Virus Corona

Terbaiknews - Berapa lamawaktu yang anda butuhkan untuk merencanakan sebuah liburan? Apa saja yangpernah menjadi...

Berapa lamawaktu yang anda butuhkan untuk merencanakan sebuah liburan? Apa saja yangpernah menjadi kendala perencanaan liburan anda? Ini kisah saya dan beberapateman merencanakan liburan ke Bangkok, Thailand, dan berujung pada melaksanakanliburan di saat yang kami juga bingung disebut saat yang tepat atau kurangtepat.

Â

Tidak Ada yangDapat Menghalangi Liburan Kami ke Bangkok, Thailand

Pertama, grupWhatsapp bernama "Holiday" yang dibentukpada akhir April 2019 ini berisi 4 orang, yaitu saya, dan tiga orang temansekolah dulu. Setelah menyepakati beberapa tanggal yang mana kami sama-samadapat berangkat, kami merencanakan keberangkatan untuk pertengahan Juni 2019.Karena sesuatu dan lain hal, sehingga rencana liburan ini ditunda hinggatanggal yang belum dapat ditentukan.

Perencanaankedua kami adalah saat salah seorang teman mengungkit kembali rencana liburanini pada Oktober 2019, bahwa perkiraan keberangkatan adalah November 2019. Menjelangakhir Oktober, rencana ini juga resmi dinyatakan tertunda lagi. Sudah silihberganti teman-teman yang main ke Thailand dan mengunggah foto-foto kerennya kemedia sosial, rencana wisata kami masih terus tertunda.

Akhirnya, kamimemutuskan untuk berangkat pada liburan Imlek. Pada tanggal 29 Desember 2019,kami membeli tiket pesawat ke Bangkok untuk keberangkatan tanggal 29 Januari2020, dengan harga yang sesuai budgetkami.Â

Kami berencanaberwisata sekitar lima (5) hari di Negara Gajah Putih. Akan tetapi, harga tiketpesawat pulang dari Bangkok untuk lima hari setelah tanggal 29 Januari 2020masih di atas budget kami. Kamipunterus memantau harga tiket pesawat pulang untuk tanggal 2 atau 3 Februari 2020.Saat ada yang menanyakan rencana liburan, kami sudah bisa menjawab dengan mantapbahwa berangkat tanggal 29 Januari. Tetapi, bila ditanya pulang kapan, kami menjawab,"belum pasti, belum beli tiket pesawat pulang." Wuiih, masih bakal pulang gaksih? Wkwkwk

Bahkan sesuatuyang menggaduhkan dunia juga turut menghebohkan liburan kami, yaitu novelcoronavirus (2019-nCoV) yang berawal mula dari Wuhan, China. Oh ya, per tanggal11 Februari 2020, virus ini resmi diberi nama baru oleh World Health Organization (WHO) yaitu COVID-19 (Coronavirus Disease2019). Hal ini adalah untuk mencegah penggunaan nama-nama lain yang dapatmenimbulkan ketidaktepatan atau stigmatisasi.

Akan tetapi,pada pertengahan Januari 2020 (13 Januari 2020), ada kasus infeksi COVID-19pertama di Thailand yang menjadikan negara ini sebagai negara pertama yangmelaporkan infeksi di luar China. Hal ini pun menimbulkan keresahan keluargakami. Di sisi lain, semangat liburan kami tidak berkurang sama sekali. Kalaukali ini tertunda lagi, kapan kita baru berangkat ke Thailand? Namun, alasanlainnya adalah karena tiket berangkat yang sudah dibeli. Lagipun, ada begitubanyak orang di sana, sungguh sial bila kami yang hanya singgah beberapa haridi sana ikut terinfeksi. Sudahlah, kalau memang terinfeksi, maka itulah takdirkami.

Malahan hinggamenjelang keberangkatan kami, dua negara tetangga yang akan kami jajaki, yaituThailand dan Singapura (tempat kami transit) berturut-turut menduduki peringkatkedua dan ketiga negara dengan kasus COVID-19 terbanyak setelah China. Olehkarena itu, kamipun membekali diri dengan masker untuk memproteksi diri selamaberliburan di sana.

Oh ya, akhirnya,kami membeli tiket pulang di hari keberangkatan kami ke Singapura. Pada 28Januari 2020, kami membeli tiket pesawat untuk pulang tanggal 3 Februari 2020.Â

Penuh rintangan,bukan?


Liburan PenuhKewaspadaan Terhadap Virus Corona

Sebelumnyamemang sudah pernah melihat bentuk-bentuk bodytemperature screeningÂ(penyaringan suhu tubuh) melalui media massa. Kaliini, saya pertama kali disaring lewat mesin ini. Di saat genting ini, sebagianbesar petugas destinasi wisata, semua petugas bandara, imigrasi, dan pramugara/pramugari memakai masker, sehingga tidak tahu mana yang cantik/ganteng. Hehehe.

Thermal scannerÂtersedia untuk memindai suhuorang-orang yang melintasi depan perangkat. Bila ada yang menunjukkan suhutinggi, petugas akan memeriksa ulang suhu tubuh orang tersebut dengan termometerdigital (model forehead thermometer).Selama saya mengantri untuk cap paspor, ada beberapa orang yang dicek ulangdengan termometer digital, tetapi semuanya lolos penyaringan. Selanjutnya, saatsaya dan teman-teman mampir ke Marina Bayfloating platform untuk melihat 2020 LunarNew Year lantern festival, ada juga thermalscanner sebelum memasuki area pameran lentera di Singapura ini.

Setiba diBandara Suvarnabhumi, Thailand juga terdapat thermal scanner. Kemudian, kami turun ke basement bandara untuk mengambil SIM-Card yang sudah kami beli via aplikasiKlook. Setelah itu, kami membeli token Airport Rail Link. Lalu, saat memasuki gate, satpam segera menyodorkan danmemompakan sejumlah hand sanitizer kemasing-masing tangan kami. Jumlah gel yang dipompakan tidak pelit-pelit, terlalubanyak menurut kami, hahaha.Â

Liburan di Musim Wabah Penyakit Infeksi Virus Corona
Hand Sanitizer di BTS Station

Hampir di setiapstasiun Bangkok Mass Transit System(BTS), dapat dijumpai meja dengan sebotol handsanitizerÂdi atasnya. Beberapa destinasi wisata juga melakukan pemeriksaansuhu tubuh sebelum memasuki area tersebut atau sebelum pembelian tiket. Misal,adanya thermal scanner di pintugerbang Siam Discovery Mall, dan ada petugas yang memeriksa setiap pengunjungmenggunakan termometer digital (model foreheadthermometer) di depan loket tiket Ancient City, lalu mengingatkan kamiuntuk dapat mencuci tangan dengan handsanitizer yang tersedia pada mejanya.

Liburan di Musim Wabah Penyakit Infeksi Virus Corona
Pemeriksaan Suhu Tubuh di Depan Loket Tiket Ancient City

Kami juga kerapmengenakan masker yang sudah kami bawa dari rumah, tetapi ada kalanya kamitetap melepaskan masker seperti pemeriksaan di imigrasi, saat ingin berfoto,dan menyantap makanan.ÂBagaimanapun juga, kamisangat waswas dalam liburan kali ini. Jangan sampai kekebalan tubuh turun,bahkan demam (yang walaupun amit-amit bukan karena COVID-19), nanti bisa jaditidak diperbolehkan masuk ke dalam destinasi wisata, bahkan dikarantina dinegara asing tersebut.Â

Â

Tips AmanBerliburan di Tengah Wabah COVID-19

Liburan di Musim Wabah Penyakit Infeksi Virus Corona
Tips Menghindari Penularan Penyakit COVID-19 (Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

Sebenarnya,tips-tips di bawah ini tidak hanya untuk aman berliburan di tengah wabahpenyakit menular, tetapi merupakan tips aman berliburan setiap saat. Ingat,Virus Corona dapat dicegah dengan kondisi badan sehat dan imunitas yang baik.Jadi, lakukan perilaku hidup sehat setiap hari.

1. Tetapwaspada dan jangan panik

Ingatuntuk selalu berhati-hati. Selain menjaga barang bawaan agar tidak berpindahtangan, kita juga perlu memproteksi diri dari paparan virus, seperti dengancara menjaga higienitas diri. Di samping itu, jangan panik, karena panik dapatmembuat kita tidak tenang dalam berpikir dan bertindak.

2. TerapkanPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Cucitangan dengan sabun dan air bersih mengalir terutama saat sebelum makan,setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah pulang dari tempat umum. Bilatidak memungkinkan untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka cucilahtangan menggunakan hand sanitizerberalkohol. Hindari menyentuh langsung mata (mengucek mata) tanpa cuci tanganterlebih dahulu.Â

3. Hindarikontak dengan hewan/ pasar hewan

Dikarenakansalah satu dugaan penularan COVID-19 ini adalah dari hewan (hewan liar sepertikelelawar, ular), maka masyarakat dihimbau untuk menghindari kontak denganhewan ataupun mengunjungi pasar hewan.

4. Hindarikontak langsung dengan orang sakit

Tentusaja tidak ada orang yang sengaja ingin tertular atau menularkan penyakitberbahaya ini kepada orang lain, jadi hindari kontak langsung dengan orangsakit, dan sebaliknya orang yang mengalami gejala menyerupai juga harus hindarikontak langsung dengan orang sehat untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini.

5. Gunakanmasker dan terapkan etika batuk

Mengingatstok masker kosong atau dijual dengan harga tinggi di kebanyakan tempat, makamasyarakat perlu dihimbau untuk menggunakan masker secara bijak. Tidak semuaorang perlu menggunakan masker saat beraktivitas sehari-hari. Pemakaian maskerdiutamakan pada orang yang menunjukkan gejala-gejala pernapasan, seperti batuk,atau pilek. Selanjutnya, model masker yang dianjurkan dalam mencegah penularanCOVID-19 ini adalah masker n-95 dan model 3-ply surgical face mask. Pemakaiansebuah masker juga tidak disarankan lebih dari satu hari. Selain itu, bilasedang tidak mengenakan masker saat bersin atau batuk, tutuplah hidung ataumulut menggunakan siku atau tisu atau sapu tangan.

Â

Bila mengalamigejala-gejala seperti suhu tubuh >38 oC, batuk, pilek, sesaknapas maka kenakan masker, dan segera konsultasi ke dokter denganmenginformasikan bila anda baru pulang dari luar negeri dalam waktu dekat ini.

Di samping itu,dijumpai pula bentuk dukungan yang diberikan oleh salah satu supermarket kepadawarga negara China. Mungkin karena turis China merupakan salah satu kelompokpelanggan besar di supermarket ini. Kertas bertuliskan "Zhongguo Jiayou, WuhanJiayou (arti: Semangat China, Semangat Wuhan)" tertempel pada sejumlah rak disupermarket Big-C.

Liburan di Musim Wabah Penyakit Infeksi Virus Corona
Tulisan


Tahukah anda?Selain wisatawan negara China yang sudah banyak dibatasi untuk masuk kenegara-negara lain, wisatawan negara lain juga banyak yang menahan diri berpergianke luar negeri. Oleh karena itu, pelancong di destinasi-destinasi wisata adalahlebih sedikit dibandingkan biasanya. Salah satu tourguide dalam One Day Tripkami menceritakan bahwa destinasi wisata yang umumnya dikunjungi 20.000-30.000wisatawan per hari, kini diperkirakan hanya ada sekitar 1000-an pengunjung. Jadi,berliburan di masa ini lebih sepi wisatawan, berfoto-fotonya lebih lowong lho,bagus kah itu?

Kini sudah lebihdari 14 hari setelah kepulangan kami, dan kami sehat tanpa menunjukkan gejalayang mengindikasikan COVID-19. Aman ya, aman ya...

Â

Catatan:

1. Kondisitempat yang dikunjungi adalah sesuai dengan kenyataan pada 28 Januari 2020 - 3Februari 2020.Â

2. Inimerupakan cerita pengalaman liburan pribadi, tanpa unsur sponsor dari pihakmanapun,Âataupunmaksud menyinggung siapapun.

3. Marikita dukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19 ini dengan usaha masing-masing,salah satunya melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

4. Semoga bermanfaat ya!!! Selamat berliburan!!!

VIDEO PILIHAN