Gara-gara Virus Corona, Hilton Tutup 150 Hotel di China

Gara-gara Virus Corona, Hilton Tutup 150 Hotel di China

Terbaiknews - - Virus corona berdampak pada industri pariwisata di China. Hiltonmisalnyamenutup 150 hotel atau...

- Virus corona berdampak pada industri pariwisata di China. Hilton, misalnya, menutup 150 hotel atau sebanyak 33.000 kamar hotel di China untuk sementara waktu.

Dilansir dari laman Travel and Leisure, penutupan tersebut dilakukan hingga virus corona mulai reda.

Langkah Pemerintah Isi Slot Penerbangan Kosong karena Wabah Virus Corona

"Hilton untuk sementara waktu telah menutup 150 hotel di China berdasarkan arahan dari wewenang lokal. Beberapa hotel tersebut masih memiliki tamu dan ahli medis. Namun mereka tidak menerima pemesanan terbaru untuk saat ini," tutur Vice President of Corporate Communications Hilton Nigel Glennie melalui email kepada Business Insider, Jumat (14/2/2020).

"Kami akan membuka kembali hotel-hotel tersebut secepatnya setelah wewenang lokal mengonfirmasi waktu yang tepat," tambah Glennie.

Glennie mengatakan, Hilton memiliki empat hotel di Wuhan, 225 di beberapa wilayah di China, dan 6.110 di jaringan globalnya di 119 negara dan wilayah.

Kapal Pesiar Dikarantina karena Virus Corona, Penumpang Diberi Makanan Lezat

Dalam konferensi dengan para investor, Nassetta mengatakan, China mewakili 2,7 persen EBITDA Hilton. EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest (pendapatan sebelum bunga), Taxes (pajak), Depreciation (depresiasi) dan Amortization (amortisasi).

Nassetta memperkirakan, jika dampak virus corona dan waktu pemulihan berlangsung antara enam hingga 12 bulan, maka virus akan memberi dampak pada pendapatan Hilton pada tahun 2020 sebesar 25 juta–50 juta dolar AS atau setara dengan Rp 342 miliar–Rp 684 miliar.

Media pemberitaan Skift mengatakan, pengumuman dari Nassetta membuat Hilton menjadi jaringan hotel besar pertama yang mengumumkan estimasi dampak finansial akibat virus corona terhadap pendapatannya.

Imbas Virus Corona, Travel Agent Tawarkan Rute Domestik untuk Alternatif Refund

Pada 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) mendeklarasi virus corona sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian skala internasional.

Hingga saat ini, terdapat setidaknya lebih dari 45.000 orang di seluruh dunia terinfeksi dan lebih dari 1.100 orang meninggal akibat virus tersebut.

Menurut Wall Street Journal, virus corona diprediksi memiliki dampak hingga miliaran dolar AS pada industri perjalanan AS. Berdasarkan ekonom perjalanan, industri perhotelan dapat kehilangan 4.6 juta orang yang menginap semalam pada tahun 2020 akibat wabah tersebut.