Arab Saudi Batasi Kunjungan, Penumpang Saudia Airlines Bisa Reschedule

Arab Saudi Batasi Kunjungan, Penumpang Saudia Airlines Bisa Reschedule

Terbaiknews - KOMPAS.com – Maskapai penerbangan Saudia Airlines memberikan opsi reschedule atau penjadwalan...


KOMPAS.com – Maskapai penerbangan Saudia Airlines memberikan opsi reschedule atau penjadwalan ulang penerbangan yang terdampak keputusan pembatasan kunjungan ke Arab Saudi yang berlaku mulai 3 Februari 2021 pukul 21.00 waktu Arab Saudi.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, para penumpang Saudia Airlines yang penerbangannya terdampak pembatasan tersebut bisa melakukan reschedule.

Penumpang bisa menghubungi kontak resmi dari Saudia Airlines terkait prosedur reschedule selengkapnya.

  • Reservasi: +62 21 837 859 75(-79)
  • Tiketing: +62 21 835 6201 ext. 9119
  • WhatsApp Chat: +62 87 787 065 777
  • E-mail: [email protected]

Adapun, waktu operasional Saudi Airlines adalah Senin–Jumat pukul 10.00–15.00 WIB, Sabtu pukul 10.00–14.00 WIB, dan Hari Minggu tutup.

Pembatasan kunjungan ini merujuk pada keputusan General Authority of Civil Aviation Saudi Arabia No. 4/43917 yang dikeluarkan pada 2 Februari 2021.

Arab Saudi Larang Kedatangan dari 20 Negara, Indonesia Termasuk

Untuk sementara waktu, Arab Saudi memberlakuan pembatasan kunjungan untuk 20 negara, termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Ada pula Uni Emirat Arab, Mesir, Libanon, Turki, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Jerman.

Kemudian ada pula Perancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brazil, Argentina, Afrika Selatan, India, Pakistan, dan Jepang.

Arab Saudi Batasi Kunjungan, Penumpang Saudia Airlines Bisa RescheduleShutterstock.com Ilustrasi umrah

Selain kedatangan internasional, larangan juga berlaku bagi pelancong yang transit di 20 negara tersebut dalam waktu 14 hari sebelum kedatangan yang telah direncanakan ke Arab Saudi.

Arab Saudi Tutup Perbatasan untuk Indonesia, Umrah Ditunda

Penumpang yang saat ini diperbolehkan masuk ke wilayah Arab Saudi terbatas hanya untuk warga negara Arab Saudi, diplomat, praktisi kesehatan, beserta keluarganya dengan syarat melakukan karantina mandiri selama 14 hari saat tiba di wilayah Arab Saudi.

Kebijakan tersebut diambil di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di dunia yang berkaitan dengan variasi-variasi dari Covid-19.