Reebok Wonder Woman, Hormati Pengorbanan Nakes dalam Melawan Covid-19

Reebok Wonder Woman, Hormati Pengorbanan Nakes dalam Melawan Covid-19

Terbaiknews - KOMPAS.com - Reebok berkolaborasi dengan Warner Bros dan DC meluncurkan koleksi Reebok X Wonder...

KOMPAS.com - Reebok berkolaborasi dengan Warner Bros dan DC meluncurkan koleksi Reebok X Wonder Woman, yang terinspirasi dari karakter Wonder Woman.

Walau berbasis tokoh superhero, namun koleksi ini juga ditujukan untuk tokoh perempuan super di dunia nyata, yaitu para tenaga kesehatan yang berjuang melawan pandemi Covid-19.

Lewat kampanye , Reebok berkolaborasi dengan dokter dan perawat perempuan di Indonesia yaitu dr Debryna Dewi Lumanau – Dokter Umum, dr. Fala Adinda – Satgas Nasional Subbid Mitigasi Covid-19, serta Putri Dewi Sari yang bertugas sebagai perawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Caroline Machen, VP Pemasaran Global Reebok mengatakan “Para Nakes ini berada di garis depan memerangi pandemi global setiap hari dengan mempertaruhkan hidup mereka untuk menyelamatkan orang lain."

"Meskipun mereka mungkin tidak melihat diri mereka sendiri sebagai perempuan yang hebat, namun, kami melihat kepahlawanan itu."

Reebok Wonder Woman, Hormati Pengorbanan Nakes dalam Melawan Covid-19Reebok dr. Fala Adinda Reebok X Wonder Woman
Sulit membayangkan bagaimana rasanya menjadi tenaga kesehatan yang berjuang garis depan melawan pandemi hingga kini. Namun satu hal yang pasti: mereka adalah perempuan superhero yang sebenarnya.

Hal ini yang ingin ditampilkan dalam kampanye untuk koleksi terbaru Reebok, Reebok x Wonder Woman 1984.

Reebok juga membuat sebuah film dokumenter mini di mana para Nakes berbagi pengalaman mereka secara langsung saat bekerja di garis depan menangani pasien Covid-19 di Indonesia.

Bagi mereka, menjadi tenaga kesehatan pada masa pandemi jadi tantangan tersendiri Hal itu juga dirasakan oleh dr. Debryna Dewi Lumanau.

“Sebagai tenaga medis, dokter maupun perawat yang bekerja di rumah sakit, orang pasti berpikir kalau kami pasti sudah terlatih dengan situasi yang kritis. Tapi sebenarnya kita tidak akan pernah terlatih kalau harus menghadapi keluarga kita sendiri yang terdampak,” ujar dr. Debryna Dewi Lumanau