Normalnya Berapa Banyak Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan?

Normalnya Berapa Banyak Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan?

Terbaiknews - KOMPAS.com - Bertambah berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal. Tetapi penting untuk...

KOMPAS.com - Bertambah berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal. Tetapi penting untuk menghindari keinaikan berat badan yang terlalu banyak, karena ini dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Bukan hanya berisiko bagi ibu, hal tersebut juga dapat menimbulkan beberapa risiko pada bayi.

Ibu dengan diabetes gestasional memiliki risiko lebih besar untuk memiliki bayi dengan berat badan lebih besar, bayi dengan masalah pernapasan, dan anak-anak yang di kemudian hari kelebihan berat badan dan atau menderita diabetes.

Sulit Akses Kontrasepsi di Masa Pandemi, Ini Solusi Mencegah Kehamilan

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa sekitar setengah dari ibu yang memiliki diabetes gestasional akhirnya mengembangkan diabetes tipe 2 dalam 10 tahun ke depan.

Normalnya berapa banyak kenaikan berat badan selama kehamilan?

Kenaikan berat badan di masa kehamilan berbeda untuk semua orang. Namun, aturan praktis yang baik adalah membatasi kenaikan berat badan antara 11 hingga 15 kilogram.

Jika kondisi tubuh cenderung kurus sebelum hamil, kemungkinan Anda perlu menambah 12 hingga 18 kilogram.

Jika kondisi sebelum hamil termasuk kelebihan berat badan, Anda kemungkinan hanya perlu menambah antara 6 hingga 11 kilogram.

Perhatikan juga seberapa cepat berat badan bertambah. Tingkat kenaikan berat badan yang tinggi, terutama di awal kehamilan, juga dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh para peneliti Norwegia, melacak wanita antara kehamilan pertama dan kedua mereka.

Para wanita yang bertambah berat badan (bukan kehilangan atau tetap stabil) ditemukan lebih mungkin untuk terkena diabetes gestasional selama kehamilan kedua mereka.

Bahkan, kenaikan satu atau dua poin indeks massa tubuh (BMI) menggandakan risiko tersebut, dan kenaikan empat poin atau lebih meningkatkan risiko lima kali lipat.

Waspada, Obesitas Selama Masa Kehamilan Berpengaruh Buruk pada IQ Anak