Menjadi Cantik Bukan Kompetisi

Menjadi Cantik Bukan Kompetisi

Terbaiknews - KOMPAS.com - Kompetisi memang sebuah hal yang bisa mendorong kita menjadi lebih baiklebih keras,...

KOMPAS.com - Kompetisi memang sebuah hal yang bisa mendorong kita menjadi lebih baik, lebih keras, dan lebih kuat. Namun, tidak seMUa hal layak jadi persaingan. Salah satunya adalah kecantikan.

Kompetisi dalam kecantikan adalah tekanan dan bisa menjadi ancaman. Kompetisi tidak sehat seperti ini mengatur bagaimana kita harus berpenampilan, merasa dan berperilaku, sehingga menciptakan tekanan menghambat kita dalam hidup sehari-hari.

Jika seorang wanita ingin dianggap cantik, maka mereka harus terlihat, berperilaku, dan merasa sesuai standar tertentu. Misalnya saja di media soSial, menjadi cantik berarti memiliki fisik tertentu. Hal ini tentuakan menimbulkan tekanan.

Menyambut kompetisi olahraga termegah di dunia, Olimpiade yang akan berlangsung di Tokyo, merek perawatan kulit SK-II berkolaborasi dengan atlet-atlet ternama Olimpiade dalam kamPANye .

Kampanye ini merupakan sebuah upaya untuk menghilangkan kompetisi dari dunia kecantikan dan mengajak para wanita untuk menolak ambil bagian dalam persaingan tidak sehat itu.

Sejumlah atlet perempuan mendukung kampanye ini. Mereka adalah pesenam dunia Simone Biles, pemegang rekor renang Liu Xiang, atlet tenis dan dua kali peraih medali Olimpiade Ishikawa Kasumi, duo pebulu tangkis Ayaka Takahashi dan MIsaki Matsumoto, peselancar Mahina Maeda, dan salah satu tim voli Jepang, Hinototir Nippon.

View this post on Instagram

Why should others make the rules of beauty? Be proud to define your beauty and live by your own rules. Beauty is .

A post shared by SK-II"s Official Instagram (@skii) on Feb 12, 2020 at 5:07pm PST

Para atlet itu menceritakan pengalaman pribadi mereka di media sosial dan mengirimkan pesan kuat: Kita tidak sedang bersaing. Beauty is .

Dalam peluncuran kampanye ini, Brand Director SK-II Jepang YoeGin CHang, mengatakan, kecantikan memang bisa diartikan beragam, tetapi yang tidak boleh terjadi adalah kompetisi di dalamnya.

"Kami ingin menyerukan kepada dunia bahwa betapa tidak sehatnya kompetisi dalam dunia kecantikan yang dihadapi perempuan setiap harinya," katanya lewat siaran pers.

Ditambahkan oleh Chief Executive Officer Global SK-II, Sandeep Seth, media, masyarakat, budaya, dan merek kecantikan, memiliki kontribusi dalam kompetisi kecantikan yang tidak sehat.

"Sebgai merek kecantikan, peran kami adalah membantu membangun kepercayaan diri individu dan menyebarkan nilai-nilai positif, serta tidak menciptakan tekanan dan kondisi yang tidak sehat bagi para wanita," katanya.

Lewat kampanye , SK-II berharap bisa menciptakan medium yang bisa menginspirasi wanita untuk keluar dari persaingan tidak sehat di dunia kecantikan dan mulai mendefinisikan arti cantik bagi diri mereka sendiri tanpa tekanan dari luar.

Source : https://lifestyle.kompas.com/read/2020/02/15/134816920/menjadi-cantik-bukan-kompetisi