Penuh Kontroversi, Drakor Mr Queen Justru Cetak Rating Tinggi

Penuh Kontroversi, Drakor Mr Queen Justru Cetak Rating Tinggi

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Drama Korea komedi sejarah 'Mr. Queen' yang tayang di saluran tvN menjadi...

Jakarta, CNBC Indonesia - Drama Korea komedi sejarah 'Mr. Queen' yang tayang di saluran tvN menjadi drakor hit TV kabel terbesar selama setahun terakhir meskipun ada kritik atas karya aslinya dalam bahasa China dan beberapa adegan kontroversial secara historis.

Dibintangi oleh Shin Hye-sun dan Kim Jung-hyun, 'Mr. Queen' berkisah tentang seorang pria bernama Bong-hwan, koki senior di kantor kepresidenan Korea Selatan saat ini, yang terperangkap dalam tubuh Ratu Cheorin di tengah-tengah Abad ke-19 Dinasti Joseon setelah melalui kecelakaan misterius.


Popularitas drakor ini meroket sebab kisah seorang jiwa pria masa kini yang terperangkap pada tubuh wanita, tepatnya seorang ratu abad pertengahan, rupanya menarik banyak penonton.

Penuh Kontroversi, Drakor Mr Queen Justru Cetak Rating TinggiFoto: Mr. Queen (ist)
Mr. Queen

Selain itu, akting para pemerannya, termasuk aktris utama Shin Hye-sun, juga menjadi kunci untuk menarik pemirsa. Penggambaran Shin sebagai Ratu Cheorin, yang memiliki mentalitas playboy tetapi harus menjalankan tugas kerajaan sebagai ratu, cukup menarik untuk membuat drama pertukaran tubuh transgender lebih masuk akal dan menghibur.

Di sisi lain, drakor ini menghadapi kritik keras sejak awal karena kisahnya didasarkan pada web drama China 'Go Princess Go' (2015), sebuah adaptasi dari novel dengan judul yang sama oleh Xian Chen.

Orang-orang menunjukkan bahwa penulis novel asli China telah membuat pernyataan ofensif tentang budaya Korea dan orang-orang dalam karya sebelumnya.

Produser 'Mr. Queen' mengeluarkan permintaan maaf publik bulan lalu, mengatakan mereka tidak mengetahui kontroversi mengenai penulis China, tetapi perdebatan yang mengkritik acara tersebut terus berlanjut di komunitas online.

Produser juga meminta maaf atas kontroversi atas distorsi sejarah Korea dan ejekan terhadap tokoh kerajaan di kehidupan nyata.

Dalam episode kedua, Bong-hwan menyebut "The Annals of the Joseon Dynasty" sebagai sebuah tabloid, yang memicu ketidaksetujuan publik bahwa pembuatan ulang sebuah pertunjukan China mengabaikan aset budaya negara dan Memori Warisan Dunia UNESCO.

Selain itu, mereka juga mengubah nama belakang karakter sejarah yang sebenarnya dalam drama menjadi nama palsu setelah keturunan seorang karakter sejarah mengeluhkan penggambaran lucu leluhur mereka. Namun, meski ada rintangan, drakor sebanyak 20 episode tersebut diharapkan memiliki penyelesaian yang kuat.

"'Mr. Queen' menampilkan kombinasi unik dari kisah pertukaran tubuh yang sama dan latar sejarah," kata kritikus budaya Kim Heon-shik dikutip dari Korea Herald. "Nadanya yang lucu serta narasinya yang kuat telah membuat orang-orang tetap menonton serial ini."

Sebelumnya, episode ke-16 dari drakor ini mencatat 14,9% penayangan, menurut data oleh Nielsen Korea.

Ini adalah serial drama tvN dengan rating tertinggi kelima sepanjang masa, setelah 21,7% oleh komedi romantis "Crash Landing On You" (2019), 20,5% oleh fantasi roman "Guardian: The Lonely and Great God" (2016), 18,8% oleh komedi "Reply 1988" (2015) dan 18,1% oleh roman sejarah "Mr.Sunshine" (2018).

'Mr. Queen' juga menjadi serial TV yang paling banyak ditonton yang disiarkan di saluran kabel mana pun selama beberapa bulan terakhir, melebihi jumlah "Uncanny Counter" (2020) di OCN dan "Hospital Playlist" (2020) di tVN.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)