Pandangan Islam Soal Siapa yang Menanggung Utang Orang yang Meninggal Dunia

Pandangan Islam Soal Siapa yang Menanggung Utang Orang yang Meninggal Dunia

Terbaiknews - Ilustrasi rupiah. Pandangan Islam Soal Siapa yang Menanggung Utang Orang yang Meninggal Dunia 

- Utang piutang menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan oleh masyarakat dengan segala macam faktor penyebab.

Orang yang berutang wajib melunasi utangnya.

Namun bagaimana jika orang meninggal dunia dengan masih meninggalkan utang yang belum terbayar?

Siapa yang harus menanggung utangnya?

Dosen Tafsir Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Ahmadi Fathurrohman Dardiri mengungkapkan hukum utang piutang merupakan mubah.

"Hukum utang piutang hukumnya mubah, dibolehkan, karena termasuk kegiatan tolong menolong."

"Al Quran menerangkan tolong-menolong untuk tujuan kebaikan, tujuan taqwa, itu boleh," ungkap Ahmadi dalam program Oase Tribunnews, Jumat (27/11/2020).

Pandangan Islam Soal Siapa yang Menanggung Utang Orang yang Meninggal Dunia
Ilustrasi uang. (KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Seperti halnya yang disebutkan dalam QS Al Maidah ayat 2 :

" ... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya."

"Mereka yang meminjamkan uangnya, menolong orang, Islam berpihak pada mereka," ungkapnya.