Voriconazole Obat Apa?

Voriconazole Obat Apa?

Terbaiknews - Fungsi & Penggunaan Untuk apa obat Voriconazole digunakan? Voriconazole adalah obat untuk mengobati...
Fungsi & Penggunaan Untuk apa obat Voriconazole digunakan?

Voriconazole adalah obat untuk mengobati beragam infeksi jamur. Obat ini termasuk kelompok obat antijamur azole.

Bagaimana aturan pakai obat Voriconazole?

Obat ini diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh vena sesuai dengan arahan dokter, biasanya setiap 12 jam. Obat harus disuntikkan perlahan selama 1-2 jam. Dosis berdasarkan kondisi medis, respon terhadap terapi, dan obat-obatan lainnya yang mungkin sedang Anda minum. Pastikan memberi tahu dokter dan apoteker tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, tanpa resep dan produk herbal).

Jika Anda menggunakan obat diri sendiri di rumah, pelajari semua instruksi persiapan dan penggunaan dari penyedia layanan kesehatan profesional. Sebelum menggunakan, periksa produk untuk partikel atau perubahan warna. Pelajari cara menyimpan dan membuang peralatan medis dengan aman.

Obat ini bekerja terbaik ketika jumlah obat di dalam tubuh konstan. Karena itulah, gunakan obat ini pada interval merata yang berjarak.

Lanjutkan penggunaan obat sampai jumlah obat resep habis. Berhenti minum obat terlalu dini mungkin berakibat kambuhnya infeksi. Beri tahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk.

Bagaimana cara menyimpan Voriconazole?

Simpan obat pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Pencegahan & Peringatan Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat Voriconazole?

Dalam keputusan untuk menggunakan obat, risiko obat harus dipertimbangkan melawan manfaatnya. Ini adalah keputusan Anda dan dokter yang akan buat. Untuk obat ini, hal-hal di bawah ini harus dipertimbangkan:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi tidak biasa atau alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lain. Selain itu, beri tahu penyedia layanan kesehatan profesional bila Anda memiliki jenis alergi lainnya, misalnya makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk produk tanpa resep,

Anak-anak

Studi memadai belum dilakukan pada hubungan umur dengan efek voriconazole dalam anak-anak kurang dari 12 tahun. Keamanan dan kemanjuran belum dipastikan.

Lansia

Studi memadai yang dilakukan sejauh ini belum menunjukkan gangguan khusus lansia yang akan membatasi manfaat voriconazole pada lansia.

Apakah obat Voriconazole aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (A = Tidak berisiko, B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian, C = Mungkin berisiko, D = Ada bukti positif dari risiko, X = Kontraindikasi, N = Tidak diketahui)

Efek Samping Apa efek samping Voriconazole yang mungkin terjadi?

Mual, muntah, diare, dan sakit kepala mungkin terjadi. Bila efek ini tidak kunjung membaik atau semakin memburuk, beri tahu dokter secepatnya. Ingatlah bahwa dokter telah meresepkan obat ini karena dokter telah menilai bahwa manfaat obat lebih besar daripada risiko efek samping. Banyak pengguna obat ini tidak memiliki efek samping serius. Beri tahu dokter secepat mungkin apabila Anda mengalami efek samping serius, yaitu: perubahan penglihatan (contohnya buram, perubahan warna penglihatan), sensitivitas mata terhadap cahaya (fotofobia), nyeri/bengkak pada area suntikan, napas pendek, rasa panas, lebih banyak berkeringat, nyeri tulang/otot/sendi, lemas, otot kaku/kejang, perubahan mental/mood (misalnya mudah marah, gelisah), bengkak pada pergelangan kaki/kaki, lelah, mudah berdarah/memar, tanda-tanda infeksi (misalnya demam, radang tenggorokan tidak membaik).

Dapatkan pertolongan medis segera apabila efek samping serius namun langka ini muncul: detak jantung cepat/lambat/tidak teratur, pusing berat, pingsan, perubahan dalam jumlah urin, kebingungan, cadel, sulit bernapas, kejang, nyeri dada/rahang/lengan kiri. Voriconazole mugkin jarang menyebabkan gangguan hati serius (mungkin fatal). Beri tahu dokter segera apabila efek samping sangat serius tapi sangat jarang ini muncul: sakit kuning, urin berwarna gelap, mual/muntah terus-menerus, sakit perut. Reaksi alergi obat sangat serius tergolong langka. Namun, dapatkan pertolongan medis secepatnya jika Anda menyadari tanda-tanda reaksi alergi serius, termasuk: ruam, gatal/bengkak (terutama pada wajah/lidah/tenggorokan), pusing berat, sulit bernapas. Voriconazole bisa menyebabkan ruam ringan yang biasanya tidak berbahaya. Namun, mungkin sulit membedakannya dari ruam langka yang mungkin merupakan tanda reaksi alergi serius. Maka, carilah perhatian medis segera bila memiliki ruam.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat Obat-obatan apa yang bisa mengganggu kerja obat Voriconazole?

Walaupun obat-obatan tertentu sama sekali tidak boleh digunakan secara bersamaan, dalam kasus lain dua obat berbeda boleh digunakan bersama sekalipun interaksi mungkin terjadi. Dalam kasus ini, dokter mungkin ingin mengubah dosis, atau peringatan lain mungkin penting. Beri tahu penyedia layanan kesehatan profesional jika Anda sedang menggunakan obat resep atau tanpa resep.

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini tidak disarankan. Dokter mungkin memutuskan tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat lainnya yang Anda gunakan.

Amifampridine Astemizole Carbamazepine Cisapride Conivaptan Dihydroergotamine Dronedarone Efavirenz Eliglustat Ergoloid Mesylates Ergonovine Ergotamine Fluconazole Ivabradine Lomitapide Lovastatin Lurasidone Maraviroc Mephobarbital Mesoridazine Methylergonovine Methysergide Naloxegol Nelfinavir Nimodipine Phenobarbital Pimozide Piperaquine Posaconazole Primidone Quinidine Rifabutin Rifampin Ritonavir Simvastatin Sirolimus Sparfloxacin St John’s Wort Terfenadine Thioridazine Tolvaptan

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini biasanya tidak disarankan, tapi mungkin dibutuhkan di beberapa kasus. Jika kedua obat ini diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

Acenocoumarol Ado-Trastuzumab Emtansine Alprazolam Amiodarone Amitriptyline Amoxapine Anagrelide Apixaban Apomorphine Aripiprazole Arsenic Trioxide Artemether Asenapine Avanafil Axitinib Azithromycin Bedaquiline Boceprevir Bosutinib Brentuximab Vedotin Bretylium Buserelin Cabazitaxel Cabozantinib Ceritinib Chloramphenicol Chloroquine Chlorpromazine Ciprofloxacin Citalopram Clarithromycin Clomipramine Clopidogrel Clozapine Cobicistat Crizotinib Cyclobenzaprine Cyclosporine Dabrafenib Daclatasvir Darunavir Dasatinib Delamanid Delavirdine Desipramine Deslorelin Dicumarol Disopyramide Docetaxel Dofetilide Dolasetron Domperidone Doxorubicin Doxorubicin Hydrochloride Liposome Droperidol Eletriptan Elvitegravir Entacapone Enzalutamide Erlotinib Erythromycin Escitalopram Eslicarbazepine Acetate Eszopiclone Everolimus Fentanyl Fingolimod Flecainide Fluoxetine Fluticasone Formoterol Fosphenytoin Gatifloxacin Gemifloxacin Glimepiride Gonadorelin Goserelin Granisetron Halofantrine Haloperidol Histrelin Hydrocodone Ibrutinib Ibutilide Idelalisib Ifosfamide Iloperidone Imipramine Ivacaftor Ixabepilone Lapatinib Leuprolide Levofloxacin Levomilnacipran Lopinavir Lumefantrine Macitentan Mefloquine Metronidazole Mifepristone Mitotane Moxifloxacin Nafarelin Nevirapine Nilotinib Nitisinone Norfloxacin Nortriptyline Octreotide Ofloxacin Ondansetron Paliperidone Pasireotide Pazopanib Perflutren Lipid Microsphere Phenprocoumon Phenytoin Pomalidomide Ponatinib Procainamide Prochlorperazine Promethazine Propafenone Protriptyline Quetiapine Quinine Ranolazine Regorafenib Retapamulin Rivaroxaban Romidepsin Ruxolitinib Salmeterol Sevoflurane Sildenafil Siltuximab Simeprevir Sodium Phosphate Sodium Phosphate, Dibasic Sodium Phosphate, Monobasic Solifenacin Sorafenib Sotalol Sunitinib Suvorexant Tacrolimus Tamsulosin Telaprevir Telavancin Telithromycin Temsirolimus Tetrabenazine Ticagrelor Tizanidine Toremifene Trabectedin Trazodone Triazolam Trifluoperazine Trimipramine Triptorelin Vandetanib Vardenafil Vemurafenib Vilanterol Vilazodone Vinblastine Vincristine Vincristine Sulfate Liposome Vinflunine Vinorelbine Vorapaxar Warfarin Ziprasidone

Menggunakan obat ini dengan obat-obatan di bawah ini mungkin meningkatkan risiko efek samping, tapi menggunakan kedua obat mungkin merupakan pengobatan terbaik bagi Anda. Jika kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

Alfentanil Amprenavir Atorvastatin Cerivastatin Desogestrel Dienogest Drospirenone Estradiol Cypionate Estradiol Valerate Ethinyl Estradiol Ethynodiol Diacetate Etonogestrel Etravirine Fosamprenavir Glipizide Glyburide Ibuprofen Levonorgestrel Medroxyprogesterone Acetate Meloxicam Mestranol Methadone Midazolam Norelgestromin Norethindrone Norgestimate Norgestrel Omeprazole Oxycodone Saquinavir Tolbutamide Tretinoin Apakah makanan dan minuman tertentu bisa mengganggu kerja obat Voriconazole?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Kondisi kesehatan apa yang bisa mengganggu kinerja obat Voriconazole?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter apabila Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama:

Pengobatan kanker (contohnya kemoterapi), baru-baru ini atau riwayat atau Penyakit jantung, riwayat atau Ketidakseimbangan mineral (contohnya kekurangan kalium, magnesium, atau kalsium di dalam darah) atau Transplantasi sel punca—Gunakan dengan hati-hati. Kondisi ini mungkin meningkatkan risiko terkena efek samping serius. Intoleransi galaktosa (gangguan bawaan langka) atau Malabsorpsi glukosa-galaktosa (gangguan bawaan langka) atau Defisiensi laktase Lapp (gangguan bawaan langka) atau Kondisi apapun yang membuat Anda sulit mencerna gula atau produk susu—Gunakan dengan hati-hati. Obat berbentuk tablet mengandung laktosa (gula susu) dan cairan oral mengandung sukrosa (gula meja), yang dapat memperparah kondisi ini. Gangguan ritme jantung (misalnya aritmia, perpanjangan QT) atau Penyakit ginjal atau Penyakit hati (termasuk sirosis) atau Gangguan pankreas—Gunakan dengan hati-hati. Mungkin memperparah kondisi ini. Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti resep dokter. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis obat Voriconazole untuk dewasa?

Orang dewasa dan anak-anak berumur lebih dari 12 tahun:

Awalnya, dosis suntikan voriconazole diberikan oleh dokter pada 24 jam pertama pengobatan. Lalu, dokter mungkin menggantinya dengan dosis obat yang diminum 200 mg setiap 12 jam.

Berapa dosis obat Voriconazole untuk anak-anak?

Anak-anak kurang dari 12 tahun: Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.

Dalam dosis dan sediaan apa Voriconazole tersedia?

Bubuk untuk larutan

Tablet

Apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin meliputi:

Sensitivitas terhadap cahaya Pelebaran pupil (lingkaran hitam di bagian tengah mata) Mata tertutup Mengeluarkan air liur Kehilangan keseimbangan saat bergerak Depresi Napas pendek Kejang-kejang Perut membengkak Sangat lelah Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

COVID-19 Detais Indonesia

Berita dengan kategori