Perempuan 80 Tahun Meninggal, Kematian Pertama karena Covid-19 di Jepang

Perempuan 80 Tahun Meninggal, Kematian Pertama karena Covid-19 di Jepang

Terbaiknews - Perempuan 80 Tahun MeninggalKematian Pertama karena Covid-19 di JepangJepang mengonfirmasi...

Perempuan 80 Tahun Meninggal, Kematian Pertama karena Covid-19 di Jepang

Jepang mengonfirmasi kematian pertama karena virus Corona Covid-19 di negaranya. Seorang perempuan berusia 80 tahun diketahui meninggal dunia karena pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19.

Dilansir Guardian, Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, mengatakan perempuan tersebut sudah dirawat di rumah sakit sejak 1 Februari 2020. Perempuan itu diduga terjangkit virus Corona Covid-19 dari menantunya yang seorang supir taksi dan sudah terkonfirmasi positif.

Temuan lainnya, seorang dokter berusia 50 tahun dan pemuda 20 tahun dari Chiba diketahui positif terinfeksi virus Corona Covid-19. Keduanya tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, menandakan dugaan kuat virus menyebar melalui udara.

Selain korban meninggal pertama, Jepang juga mengofirmasi adanya 44 kasus positif baru di kapal pesiar Diamond Princess yang sedang dikarantina di pelabuhan. Hal ini membuat total kasus menjadi 218 dari 2.200 penumpang yang ada di kapal pesiar tersebut.

Laman Worldmeters.info memperlihatkan data real-time laporan virus Corona Covid-19 yang didapat. Hingga hari ini, Jumat (14/2/2020), sudah ada 65.247 orang terinfeksi virus Corona Covid-19, dengan 1.491 di antaranya meninggal dunia.

Perempuan 80 Tahun Meninggal, Kematian Pertama karena Covid-19 di Jepang
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Penambahan pasien positif terbanyak masih terjadi di China, dengan digunakannya alat pendeteksi baru yang lebih sensitif. Hasilnya, jumlah positif virus Corona Covid-19 bertambah 4.854 dari hari sebelumnya.

Kabar baiknya, sudah ada 7.099 pasien yang sembuh dan keluar dari rumah sakit, termasuk 10 pasien di Jepang, 15 pasien di Singapura, dan 12 pasien di Thailand.