Akui Pernah Jenuh Bersama Noah, Bagaimana Ariel Tetap Bertahan di Band Tersebut?

Akui Pernah Jenuh Bersama Noah, Bagaimana Ariel Tetap Bertahan di Band Tersebut?

Terbaiknews - Noah Kala Cinta Menggoda 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

- Grup band Noah genap berusia delapan tahun pada 2020. Di usia tersebut, Ariel dkkmerupakan satu di antarabandpaling aktif berkarya.

Ariel Noah, sang vokalis, tak menampik delapan tahun bersama Noah, pernah merasakan kejenuhan.

"Kalau jenuh pasti ada. Tapi gimana kita menyikapinya aja," kata Ariel dalam jumpa pers virtual ulang tahun ke-8 Noah, Rabu (16/9/2020).

Ariel menambahkan hal yang mampu menggugurkan kejenuhannya dalam bermusik adalah melewati tantangan demi tantangan dalam menciptakan karya.

Akui Pernah Jenuh Bersama Noah, Bagaimana Ariel Tetap Bertahan di Band Tersebut?
Ariel Noah blak-blakan status hubungannya saat ini (YOUTUBE/DAD ENTERTAINMENT)

"Selagi masih membicarakan masa depan dan masih ada yang kita cari atau kami masih lapar, lumayan ampuh mengatasi kejenuhan. Jadi ketika jenuh, tantangan jadi obat mengatasi kejenuhan," ucapnya.

Salah satu tantangan yang mampu mengatasi kejenuhan pria bernama asli Nazriel Irham, Loekman Hakim, dan David Kurnia Albert adalah menyempurnakan karya-karya lagu Noah dengan membandingkan dengan musisi internasional.

"Misalkan lagu sudah selesai mixing. Kemudian, hasil mixingan lagu kami bandingkan dengan karya musisi luar negeri seperti Coldplay dan lain-lain. Kok vokal dan musiknya kita tidak jelas, kalau vokal jelas musik mendem dan sebaliknya," jelasnya.

Akui Pernah Jenuh Bersama Noah, Bagaimana Ariel Tetap Bertahan di Band Tersebut?
Grup band NOAH ketika mendapatkan penghargaan di AMI Awards. (Instagram @noah_site)

"Kalau musisi luar tuh ketika vokal jalan tapi musik tetap jelas. Kita yang masih pelajari soal itu sih tekhnis dalam sound musiknya," tambahnya.

Menurut Ariel, pelajaran tersebut masih terus digali oleh tim Noah agar mereka bisa melahirkan sebuah karya yang baik dan istimewa bagi para pendengarnya.

"Ya kami terus membandingkan kita dengan industri musik dunia. Jadi laparnya lebih kepada lapar ilmu dan tekhnis," katanya.

Selain bicara soal karakter sound dalam musik, Noah juga membandingkan aksi panggungnya dengan musisi internasional.

Ariel Noah mencoba menerapkan bagaimana para penggemarnya dan penonton Indonesia mau menyaksikan aksi panggungnya, meski harga tiket terjual mahal.

"Kita harus mengukur diri dama industri diluar negeri. Harus ngejar kesana, kenapa orang rela membayar mahal nonton pertunjukan? Ternyata aksi pertunjukan okay, kawin lagu dan panggung membuat kami merasa belum sampai ke titik itu," ujar Ariel Noah.