Rasialisme dan LGBTQ di Bawah Payung The Umbrella Academy 2

Rasialisme dan LGBTQ di Bawah Payung The Umbrella Academy 2

Terbaiknews - JakartaCNN Indonesia -- Memasuki musim kedua,ÂThe Umbrella Academy menawarkan kisah lebih...

Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki musim kedua,ÂThe Umbrella Academy menawarkan kisah lebih beragam. Kali ini, serial itu juga bakal mengangkat masalah-masalah yang masih terus muncul sejak lima dekade silam hingga saat ini, sepertiÂrasialisme dan kesetaraan.

Showrunner The Umbrella Academy, Steve Blackman, mengatakan bahwa rasialisme begitu menjadi sorotan dalam musim kedua karena ia ingin menggambarkan situasi yang sesungguhnya terjadi di masyarakat pada latar waktu serial tersebut.

"Kami ingin mengisahkan cerita yang sejujur mungkin rasanya menjadi perempuan berkulit hitam pada 1963 yang datang ke restoran hanya untuk kulit putih," kata Steve Blackman dalam wawancara virtual eksklusif dengan CNNIndonesia.com.


Kisah itu tergambarkan lewat karakter Allison (Emmy Raver-Lampman) bersama beberapa peran lainnya yang memperjuangkan hak-hak kulit hitam di Amerika kala itu.

Pilihan Redaksi
  • Hargreeves Cs Setop Kiamat di Trailer The Umbrella Academy 2
  • Komik The Umbrella Academy Diadaptasi Jadi Gim Kartu
  • Mengenal Para Karakter sebelum Masuk The Umbrella Academy 2

Selain permasalahan rasial, Blackman juga menyorotiÂLGBTQÂsecara signifikan dalam The Umbrella Academy 2. Hal itu digambarkan lewat karakter Vanya (Ellen Page) yang sempat hidup bersama keluarga lain ketika terpisah dari Hargreeves bersaudara.

"Kami juga mengangkat isu tentang gay atau queer pada 1963. Itu menjadi masa yang sulit karena kalian tak ingin orang lain mengetahuinya," katanya.

Untuk membahas masalah ini dalam serial, Blackman dan tim produksi banyak melakukan penelitian. Dengan demikian, ia meyakini kedua masalah tersebut dapat tergambarkan dengan baik untuk penonton di tahun 2020.

"Sebisa mungkin kami ingin membuat cerita dan orang-orang bisa benar-benar merasakannya, seperti yang benar terjadi pada masa itu," ucap Blackman.

Kebanggaan Pribadi

Sementara itu, Emmy Raver-Lampman selaku aktor mengaku bangga bisa terlibat dalam penggambaran perjuangan HAM di AS pada 1963, ewat karakter Allison. Menurutnya, peran ini membuatnya belajar terlebih dulu sebelum syuting.

"Saya seperti gugup, tapi juga bangga untuk mencoba hal itu dan mencoba memahami kesulitan, pergumulan, perjuangan, dan keberanian. Semua orang berjuang untuk gerakan itu," kata Emmy.

[Gambas:Video CNN]

Ellen Page juga memiliki perasaan serupa. Ia turut berterima kasih kepada tim produksi karena mempercayainya untuk merepresentasikan kelompokÂLGBTQÂdalam serial The Umbrella Academy 2.

Dalam serial tersebut, karakter Vanya akan mulai memahami diri dan kekuatannya. Pemahaman itu mengantarkannya ke jalinan kasih bersama karakter baru, Sissy (Marin Ireland).

"Saya sangat senang. Vanya nyaman dengan dirinya sendiri, lebih menunjukkan emosi dan jatuh cinta untuk pertama kali, dan bisa merepresentasikan kelompok ini (LGBTQ). Saya beruntung bisa bekerja sama dengan aktris hebat, Marin," tutur Page.

Secara keseluruhan, The Umbrella Academy 2 akan menceritakan perjuangan Hargreeves bersaudara mencegah kiamat untuk yang kesekian kalinya. Mereka kini harus terpencar ke beberapa era setelah menggunakan kekuatan Five demi mencegah kiamat di 2019.

Ketika terpencar, ketujuh Hargreeves bersaudara harus menghadapi permasalahan hidup layaknya orang normal, seperti bertahan hidup, pekerjaan, kesehatan mental, dan romansa.

Sinopsis serta pengenalan karakter The Umbrella Academy 2 bisa dibaca di sini.

The Umbrella Academy 2 tayang pada 31 Juli mendatang dan bisa disaksikan di Netflix.

(chri/has)
Rasialisme dan LGBTQ di Bawah Payung The Umbrella Academy 2 Di musim kedua, The Umbrella Academy bakal mengangkat masalah yang masih terus menghantui sejak 5 dekade lalu, yaitu rasialisme dan kesetaraan. (Dok: Netflix)