Dikuasai, 11 Pulau Ini Pernah Jatuh ke Tangan Amerika Serikat

Dikuasai, 11 Pulau Ini Pernah Jatuh ke Tangan Amerika Serikat

Terbaiknews - Kita tahu bahwa nama Columbus identik dengan Amerika Serikatsampai-sampai dibuat hari libur dan...

Kita tahu bahwa nama Columbus identik dengan Amerika Serikat, sampai-sampai dibuat hari libur dan patung untuk menghormatinya. Tapi tahu kah kamu, dilansir dari History, Christopher Columbus pernah ditangkap, dipulangkan kembali ke Spanyol, dan dicopot gelarnya karena ketidakbecusannya dan kekejamannya terhadap koloninya di Amerika.

Tindakan negatif Columbus ini ternyata menjadi inspirasi, diantaranya penjajahan dan imperialisme yang dipraktekkan oleh Amerika Serikat. Akibatnya, penduduk asli di wilayah yang ditaklukkan dan dikendalikan oleh Amerika Serikat harus menelan kepiluan. Berikut ini ada beberapa pulau yang dirampas dan beberapa diantaranya menjadi teritori Amerika Serikat selama sejarahnya.

1. Puerto RicoÂ

https://www.youtube.com/embed/Bx_o1PWHdLA

Menurut History, pada tahun 1897, negara pulau Puerto Rico diberikan pemerintahannya sendiri oleh Spanyol yang menjajah mereka. Satu tahun kemudian, pada Juli 1898, Amerika Serikat menginvasi negara itu menjelang akhir Perang Spanyol-Amerika. AS ingin mendirikan kerajaan Belahan Barat, dan Puerto Rico pun jatuh dalam waktu sekitar satu bulan.

Seperti yang dijelaskan Profesor Lillian Guerra kepada History, jenderal Amerika Nelson Miles berniat untuk "memberikan kebebasan dan melindungi orang Puerto Rico". Para buruh Puerto Rico pun mendukung Amerika. Setelah Perjanjian Paris pada tahun 1898 - menyerahkan negara kepulauan itu kepada AS. Namun, AS mengabaikan pemerintahan demokratis Puerto Rico, menjajahnya, dan merugikan negara itu karena AS berfokus pada industri kopi dan gulanya.

Disebut sebagai "Kasus Insular" yang terjadi pada tahun 1901, di mana orang-orang di wilayah yang diserahkan oleh Spanyol dianggap sebagai "alien races." Karena itu, Konstitusi AS tidak berlaku bagi mereka, dan mereka tidak mendapatkan status kenegaraan. Status kenegaraan untuk Puerto Rico masih menjadi masalah panas karena, menurut Vox, 97 persen orang Puerto Rico memilih untuk menjadi negara bagian ke-51 di AS dalam referendum 2017.

2. Kuba

https://www.youtube.com/embed/chYBlArm9Ao

Asal mula Perang Spanyol-Amerika tahun 1898 terjadi di Kuba tiga tahun sebelumnya. Pemberontakan dari orang-orang Kuba yang menginginkan kemerdekaan dari penjajahan Spanyol membuat Spanyol menindas penduduk secara kejam, seperti yang diceritakan oleh History. Sedimen anti-Spanyol mulai membara di AS karena Spanyol digambarkan secara negatif oleh media Amerika, ditambah lagi dengan tenggelamnya kapal perang Amerika pada tahun 1898.

Setelah kekalahan Spanyol, Kuba dirampas Amerika Serikat yang kala itu menang melawan Spanyol. Namun, karena Amandemen Teller terhadap resolusi perang negara tersebut, Kuba tidak dianeksasi oleh Amerika Serikat, meskipun menjadi protektorat dalam perjanjian paksa pada tahun 1903. Menurut Khan Academy, Kuba bukanlah bagian dari negosiasi perjanjian, dan di bawah Amandemen Platt, Kuba mengizinkan intervensi diplomatik, ekonomi, dan militer di Teluk Guantanamo ke Amerika Serikat.

Seperti yang diceritakan oleh PBS, meskipun kelas atas dan menengah di Kuba hidup dengan standarisasi yang baik sebagai protektorat AS karena investasi gula, kelas bawah justru sebaliknya, harus menanggung beban hidup yang keras. Malnutrisi, kemiskinan yang meluas, kurangnya perlindungan kesehatan dan pendidikan, dan pengangguran adalah hal biasa dalam kehidupan Kuba dalam kelas bawah. Rasial juga merajalela, orang kulit hitam dan campuran Kuba ditolak dalam layanan pemerintah. Masalah dan kemarahan terhadap AS ini akhirnya mencetuskan revolusi komunis pada tahun 1959, di mana Fidel Castro mengambil alih kekuasaan di Kuba.

3. Guam

https://www.youtube.com/embed/5r90DYjZ76g

Mirip dengan Kuba dan Puerto Riko, Guam adalah salah satu dari banyak pulau yang diserahkan oleh Spanyol ke Amerika Serikat. Namun, Guam memegang peranan penting selama konflik. Menurut Sutori, Amerika Serikat menganggap Guam sebagai basis operasi strategis untuk target utama mereka, Filipina.

Hal ini bermula ketika sebuah kapal perang AS tiba, dan siap bertempur dengan pasukan Spanyol yang menduduki pulau Pasifik. Story Maps menyatakan bahwa setelah setengah jam melakukan diskusi antara pasukan Spanyol dan Amerika, Spanyol akhirnya menyerahkan pulau itu kepada AS tanpa ada satu korban pun. Guam menjadi jembatan perdagangan antara Amerika dan pasar Asia, serta pangkalan bagi personel militer. Akan tetapi, Jepang mengambil alih pulau itu selama Perang Dunia II, dan ingin membangun kerajaan sendiri di Asia dan Pasifik.

Menurut Guampedia, AS merebut kembali pulau itu selama pertempuran di Pasifik Perang Dunia II, yang menjadi landasan AS untuk membinasakan Jepang dengan serangkaian bom selama sisa perang. Guam menjadi pulau yang sangat berharga bagi AS selama era Perang Dingin sebagai basis dukungan melawan gelombang pasang komunisme di Asia.

4. Filipina

https://www.youtube.com/embed/GBkQJPCoviE

Dilansir dari History, Spanyol menguasai Filipina sekitar 300 tahun sebelum munculnya gerakan kemerdekaan pada akhir abad ke-19. Menurut United States Imperialism, gerakan ini dipimpin oleh Emilio Aguinaldo dan didukung oleh Amerika Serikat. Ini menjadi gerakan kemerdekaan Filipina melawan penjajah Spanyol menjelang Perang Spanyol-Amerika.

Namun, setelah mendapatkan kemerdekaan dan berhasil mengalahkan Spanyol, perang lain justru tercetus antara AS dan Filipina. Berbeda dengan Perang Spanyol-Amerika yang berlangsung kurang dari setahun dan mendapat dukungan kuat karena sentimen anti-Spanyol, konflik Filipina dengan AS berlangsung selama tiga tahun, menghadapi gerakan anti-perang di dalam negeri, dan merugikan Amerika.

Menurut Kantor Sejarawan Departemen Luar Negeri AS, perang dimulai dua hari sebelum Perjanjian Paris diratifikasi, pertempuran pun pecah antara pasukan Emilio dan pasukan Amerika. Pada bulan-bulan pertama perang, Emilio Aguinaldo beralih ke perang gerilya. AS akhirnya menangkap Aguinaldo, mengakhiri kampanye gerilya pada tahun 1901 dan mengamankan situasi, menurut Britannica, kekerasan pemberontak masih berlanjut secara sporadis hingga tahun 1913. Sekitar 20.000 kombatan Filipina dan 200.000 warga tewas selama konflik. AS kehilangan 4.300 tentara, sebagian besar karena berbagai penyakit.

5. Hawaii

https://www.youtube.com/embed/XK2MBnw6RlY

Hawaii menjadi satu-satunya negara bagian di AS yang tidak terhubung ke daratan di Amerika Utara. Tidak seperti banyak negara lain dalam daftar ini, Hawaii mampu mempertahankan kemerdekaan mereka dari penjajah Eropa, meskipun Eropa memiliki pengaruh di negara itu dengan perjanjian paksa. Namun, selama tahun 1890-an, pada puncak Zaman Emas Amerika Serikat, ekonomi, imperialisme, dan kolonisasi digabungkan ke dalam aneksasi pulau-pulau Hawaii untuk AS.

Menurut US History, Amerika mulai tertarik kepada Hawaii di tahun 1820-an ketika misionaris tiba di pulau itu. Para kapitalis Amerika menaruh minat pada pasar gula Hawaii, dan keuntungan mereka tumbuh pesat hingga tahun 1890-an. Namun, dengan naiknya Ratu Liliuokalani dan terjadinya depresi ekonomi, kedua belah pihak tahu bahwa hubungan itu akan segera runtuh. Sang ratu ingin kembali ke tradisi Hawaii tanpa pengaruh asing, sementara bisnis Amerika menginginkan aneksasi.

Pada 17 Januari 1893, para buruh penanam gula putih dan 300 marinir menggulingkan Ratu Liliuokalani dan mendukung Sanford B. Dole sebagai presiden. Menurut History, penggulingan ratu dilakukan untuk mendukung Amerika, dan telah diatur oleh Dole. Presiden anti-imperialis AS, Grover Cleveland, mendukung ratu dan konstitusi lama Hawaii, namun Dole menolak untuk mundur atau menyetujuinya. Tetapi, Cleveland menolak untuk menggunakan kekuatan militer di pulau-pulau itu. Pada jabatan pesiden McKinley, pulau itu kembali dicaplok dalam persiapan untuk Perang Spanyol-Amerika.

6. Kepulauan VirginÂ

Dikuasai, 11 Pulau Ini Pernah Jatuh ke Tangan Amerika Serikatbritannica.com

Tidak seperti banyak pulau lainnya yang didapatkan melalui perang. Amerika Serikat mendapatkan Kepulauan Virgin dengan cara membelinya. Meskipun begitu, AS tidak membeli pulau itu dari penduduknya melainkan dari penjajah kepulauan itu, Denmark. Menurut History, pada 31 Maret 1917, setelah lima dekade melakukan negosiasi, Denmark akhirnya menjual pulau Saint Thomas, Saint John, dan Saint Croix ke Amerika Serikat seharga 25 juta US dolar dalam bentuk koin emas.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa pembelian wilayah itu dikenal sebagai Hindia Barat Denmark. Faktanya, negara Eropa lainlah yang mendorong AS untuk membeli. Presiden Woodrow Wilson dan Menteri Luar Negeri Robert Lansing khawatir jika Jerman akan menggunakan pulau-pulau itu sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan angkatan laut.

Selama Perang Dunia I, Jerman berusaha menguasai laut dengan menyerang kapal-kapal yang memberikan bantuan kepada Sekutu. Pada tahun 1915, Jerman menghancurkan kapal Inggris RMS Lusitania, menewaskan di antara hampir 1.200 penumpang, dan 128 warga AS. Dua hari setelah AS membeli Kepulauan Virgin, Presiden Wilson berbicara di depan Kongres, meminta deklarasi perang melawan Jerman.

7. Samoa

Dikuasai, 11 Pulau Ini Pernah Jatuh ke Tangan Amerika Serikatpublic.fotki.com

Mirip dengan Kepulauan Virgin, Samoa pada awalnya menjadi masalah antara dua negara kolonial sebelum Amerika Serikat mengambil kendali penuh. Pada tahun 1899, negara itu dimiliki oleh dua negara adidaya pada masa itu, barat milik Jerman dan timur milik Amerika Serikat. Lima tahun kemudian, AS memiliki kepemilikan sepenuhnya atas pulau-pulau di barat dan timur. Akuisisi ini terjadi setelah hampir dua abad kejahatan politik dengan penduduk asli.

Berawal pada 1722, penjelajah Belanda, Jacob Roggeveen, menemukan Samoa, yang akhirnya memicu kedatangan orang Eropa ke pulau-pulau itu selama satu setengah abad. AS mendirikan pangkalan angkatan laut pertamanya di Pelabuhan Pago Pago pada tahun 1878. Pada tahun 1880-an, Jerman, AS, dan Inggris Raya berperang untuk memperebutkan pulau-pulau itu. Ketika perang antar suku meletus, ketiga negara membantu suku-suku tersebut dalam pertempuran mereka, seperti yang dilansir dari GlobalSecurity.org. Dalam Perjanjian Berlin 1899 (diratifikasi pada tahun 1900), AS dan Jerman membelah pulau-pulau tersebut.

Dari tahun 1900 hingga 1951, Amerika Serikat menjadikan Samoa sebagai pangkalan angkatan laut strategis. Menyusul serangkaian perang di paruh pertama abad ke-20, AS mengalihkan kendali atas pulau-pulau tersebut ke Departemen Dalam Negeri. Menurut DOI, Samoa terlepas dari Amerika Serikat, mengadopsi konstitusinya sendiri pada tahun 1967 dan mengadakan pemilihan konstitusional pertamanya pada tahun 1977.

8. Kepulauan Mariana UtaraÂ

Dikuasai, 11 Pulau Ini Pernah Jatuh ke Tangan Amerika Serikattripsavvy.com

Kepulauan Mariana Utara, seperti bagian Pasifik lainnya, diperebutkan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Amerika Serikat dan kekuatan Eropa. Menurut Guampedia, penjelajah Ferdinand Magellan menemukan Mariana pada tahun 1521 dalam perjalanannya untuk menemukan rute barat ke Kepulauan Rempah.

Pada tahun 1668, Spanyol menjajah pulau-pulau tersebut, memerintah mereka di bawah satu pemerintahan untuk pertama kalinya dalam sejarah kepulauan tersebut dan mengganti nama mereka dengan nama Maria Ana de Austria. Namun, pada akhir abad ke-19, pulau-pulau itu mengalami kesulitan dan banyak permasalahan, AS pun mengambil celah di kawasan itu.

Setelah Perang Spanyol-Amerika dan aneksasi Guam, wajar saja jika AS ingin mengambil alih seluruh Kepulauan Mariana. Namun, agar tidak terlihat serakah, AS tidak buru-buru mengambil kepulauan ini. Oleh sebab itu, Jerman membeli Kepulauan Mariana dan Caroline dari Spanyol pada tahun 1899. Tetapi, pulau-pulau itu berpindah tangan ke Jepang setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I. Kemudian, setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, AS mengambil kendali atas Kepulauan Mariana Utara pada tahun 1947.

9. Haiti

https://www.youtube.com/embed/x25k_-Katf4

Pada tahun 1915, negara pulau Haiti berada dalam kekacauan sosial, politik, dan ekonomi. Kekuatan Eropa memasuki Perang Dunia Pertama, dan Amerika Serikat ingin menopang kekuatan mereka di sekitar Karibia. Menurut Kantor Sejarawan Departemen Luar Negeri AS, antara 1911 dan 1915, tujuh presiden Haiti dibunuh atau digulingkan, yang membuat Presiden Woodrow Wilson mengirim Marinir AS ke Haiti pada Desember 1914. Pada 1915, presiden lainnya membawa AS untuk memulai pendudukan selama 19 tahun di Haiti.

Pendudukan Haiti mengakhiri pemerintahan dan kemerdekaan mereka selama lebih dari satu abad dan menjadi negara yang diperbudak. Pada tanggal 1 Januari 1804, setelah 13 tahun revolusi melawan kolonial mereka di Prancis, Haiti menyatakan kemerdekaan, menjadi negara kulit hitam merdeka pertama di Belahan Barat.

Menurut Brown University, Prancis dan kekuatan kolonial lainnya saat itu, termasuk Amerika Serikat, berusaha mengisolasi Haiti agar tidak terjadi pemberontakan budak lebih lanjut di negara tersebut. Akibatnya, Haiti harus ganti rugi sekitar 100 juta franc ke Prancis, kolonial yang membuat negara muda itu mengalami kemiskinan.

Dikutip laman The New Yorker, pendudukan AS penuh dengan kekerasan, terutama terhadap penduduk asli Haiti. Selama hampir dua dekade pendudukan, 15.000 orang Haiti tewas. Upaya konstruksi di negara itu dilakukan melalui kerja paksa. Amerika Serikat menarik pasukan mereka pada tahun 1934, AS juga mengendalikan keuangan negara tersebut hingga tahun 1947.

10. NavassaÂ

Dikuasai, 11 Pulau Ini Pernah Jatuh ke Tangan Amerika Serikathistoryanswers.co.uk

Menurut The Christian Science Monitor, Navassa diklaim oleh Haiti setelah kemerdekaannya pada 1804 dari Prancis. Pulau ini hanya berjarak 40 mil di sebelah barat Haiti, tetapi jauh sebelum masa penjajahan Amerika pada akhir abad ke-19, Amerika sudah mengklaim kedaulatannya pada tahun 1857. Hal ini karena penemuan guano, pupuk pertanian alami di pulau itu, dan AS mengeluarkan undang-undang untuk membenarkan aneksasi, dan mengabaikan kedaulatan Haiti. Guano Act of 1857 menyatakan bahwa pulau tak berpenghuni guano adalah milik AS.

Sejarawan diplomatik Roy F. Nichols membahas keputusan ini dalam bukunya tahun 1956, Advance Agents of American Destiny: "Bangsa Amerika mengambil langkah pertamanya ke jalur imperialisme; Navassa, sebuah pulau guano, adalah wilayah tak bersebelahan pertama yang diumumkan secara resmi terikat pada republik. "

Tidak seperti pulau lain, Navassa tidak berpenghuni. Namun, bukan berarti konflik kekerasan tidak pernah ada. Perusahaan Amerika memanfaatkan buruh Kulit Hitam untuk menambang guano di pulau itu, dan pada tahun 1889, pekerja Afrika Amerika bangkit dan membunuh lima pengawas kulit putih yang kejam. Tiga dari orang Afrika-Amerika dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan, sementara 37 pria lainnya diberi dakwaan dan hukuman yang lebih ringan. Setelah adanya dukungan bagi para pria tersebut, Presiden Benjamin Harrison mengubah hukuman tersebut menjadi penjara seumur hidup.

Menurut Departemen Dalam Negeri, AS mengakhiri operasi di pulau itu, meskipun masih mengklaim kepemilikan Navassa, dan mengabaikan klaim kedaulatan Haiti.

11. Kepulauan MarshallÂ

https://www.youtube.com/embed/E7m6uX5KeCw

Menurut BBC, Jerman pertama kali mengambil Kepulauan Marshall dari Spanyol pada tahun 1885. Pulau-pulau tersebut tidak jatuh ke tangan AS sampai kekalahan Poros Kekuatan dalam Perang Dunia II. Pada tahun 1946, AS meluncurkan Operasi Crossroads di Atol Bikini , menguji senjata nuklir di pulau itu yang memaksa penduduk Atol Enewetak mengungsi saat pengujian berlanjut.

Saat ini, banyak penduduk asli yang menderita penyakit akibat keracunan radiasi dari uji coba nuklir. LA Times melaporkan bahwa antara tahun 1946 dan 1958, AS meledakkan 67 perangkat nuklir di Kepulauan Marshall, dengan output radioaktif gabungan dari 7.000 bom Hiroshima.

Periode pemerintahan AS di pulau-pulau itu berakhir pada 1980-an. Menurut Departemen Luar Negeri AS, Kepulauan Marshall menandatangani Compact of Free Association dengan Amerika Serikat pada tahun 1983 dan memperoleh kemerdekaan tiga tahun kemudian. Namun, keamanan dan pertahanan pulau, serta mitra ekonomi dan pemberi bantuan utama mereka, tetap Amerika Serikat. AS juga menyewa atol Kwajalein sebagai pangkalan dan untuk pengujian rudal, lapor BBC.

Seperti yang kita tahu, penjajahan dan kolonialisme selalu terjadi. Biasanya hal ini menimpa negara atau pulau yang tidak memiliki kedaulatan yang kuat. Ditambah lagi, sumber daya alam mereka yang berlimpah menjadi daya tarik sendiri bagi penjajah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.