Rajin Berkarya, Ternyata Jay Subyakto Melihat Isu Sebagai Inspirasi

Rajin Berkarya, Ternyata Jay Subyakto Melihat Isu Sebagai Inspirasi

Terbaiknews - JakartaBeritasatu.com - Jay Subyakto dikenal sebagai sosok sutradara dan penata artistik yang...

Jakarta, Beritasatu.com - Jay Subyakto dikenal sebagai sosok sutradara dan penata artistik yang gemar merespons isu dalam karya-karya yang dibuatnya. Mulai dari isu kerusakan lingkungan, hingga pemanfaatan fasilitas umum yang belum berjalan baik di negaranya.

Saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019), Jay mengatakan menggarap sebuah isu dalam karya ia lakukan sebagai wujud kepedulian dan pengabdiannya terhadap negara. Semisal, saat isu kebakaran hutan tengah memanas, ia mencoba mencari tempat pertunjukan musik yang cocok untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hutan.

“Saat hutan terbakar penanganannya sangatlah lambat, bahkan hanya menunggu datangnya hujan. Akhirnya, saya menemukan hutan Cikole dan membuat panggung musik di sana. Saya tidak menebang satu pun pohon di sana. Saya ingin menyampaikan pesan kepada masyakarat bahwa hutan harus dilindungi, dan tidak boleh dirusak,” jelasnya.

Loading...

Selain kerusakan alam, kini dirinya juga tengah fokus untuk menyentil pemerintah terkait pemanfaatan fasilitas umum yang terbengkalai. Salah satunya adalah fasilitas olah raga pascaAsian Games dan Asian Paragames yang tidak dimanfaatkan dengan baik setelahnya.

"Saya melihat banyak area-area yang sudah susah payah dibangun tetapi ditinggalkan begitu saja setelah acara selesai. Harusnya, pemerintah memperhatikan itu. Kita sudah punya tempat bagus, sudah sekelas dunia, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Jay pun mencontohkan, Jakarta International Velodrome itu fasilitasnya bisa dijual kembali sebagai tempat penyelenggaraan konser atau pertunjukan tingkat internasional. Mengingat, ruang pertunjukan di Jakarta ini tidak banyak.

"Tempat-tempat unik seperti ini sangat sempurna untuk dijadikan lokasi konser. Tinggal bagaimana pemerintah menjualnya,” tukasnya.


Sumber: Suara Pembaruan
Source :
Loading...