Saingi Liverpool dan Man United, Man City Punya Satu Kekurangan Besar

Saingi Liverpool dan Man United, Man City Punya Satu Kekurangan Besar

Terbaiknews - - Manchester City telah kembali ke jalur juara. Akan tetapimereka masih punya hal yang harus...

- Manchester City telah kembali ke jalur juara. Akan tetapi, mereka masih punya hal yang harus dibenahi jika ingin jadi penantang gelar Liga Inggris musim ini.

Sempat kalah saing dari rival-rival beratnya seperti Liverpool dan Manchester United, Manchester City bisa bangkit dan justru tampil lebih dominan dari dua musuh bebuyutannya tersebut. Salah satunya terlihat dari perolehan poin di klasemen.

Sampai tulisan ini dibuat, mereka bertengger di puncak dengan raihan 44 poin dari 20 pertandingan. Skuat Pep Guardiola pun berpotensi menambah pundi-pundi angkanya saat melawan tim papan bawah Burnley, Kamis (04/02/21) dini hari WIB.

Dari jumlah pertandingan pun, The Citizens cukup mengungguli The Reds dan The Red Devils. Sepertinya, nasib baik sedang menaungi klub milik Mansour bin Zayed Al Nahyan dan City Football Group tersebut.

Jelang menghadapi Burnley, Manchester City menorehkan tren positif yakni belum terkalahkan di sepuluh pertandingan terakhirnya di Liga Inggris, sedangkan tim seperti Liverpool dan Manchester United justru sedikit terpeleset.

Kini The Citizens hanya tinggal meneruskan tren tersebut dan mempertahankan posisi puncak meski bukan tugas yang mudah. Apalagi, mereka masih punya satu kekurangan yakni tidak punya mesin gol andalan yang mematikan.

Seperti diketahui, Sergio Aguero untuk saat ini masih harus memulihkan insting mencetak golnya setelah absen dari lapangan akibat cedera dan gangguan kesehatan, padahal ia sudah jadi andalan tim selama bertahun-tahun lamanya.

Selama membela Manchester City, Aguero telah menorehkan banyak hal hebat, termasuk memantapkan diri sebagai top skor di level klub. Ia juga sosok yang loyal, produktif, dan seorang senior di ruang ganti.

Berkat kontribusinya yang masif dalam mencetak gol untuk Manchester City, gelar Sepatu Emas Liga Inggris pun berhasil diraihnya pada musim 2014-2015. Ia mencatatkan 26 gol dari total 33 pertandingan.

Hanya satu kali memenangkan gelar tersebut ternyata tidak membuat nama Aguero hilang ditelan waktu. Justru, ia masuk dalam daftar top skor sepanjang masa Liga Inggris dengan torehan 180 gol.

Ketika ia absen, Pep Guardiola seperti kesulitan mencari pengganti yang sepadan atau setidaknya mendekati. Manchester City untuk saat ini memang bisa mengandalkan Gabriel Jesus, tapi ia belum bisa mencapai level Aguero yang terbiasa mendominasi daftar top skor.

Musim ini, daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris dipimpin oleh Liverpool lewat Mohamed Salah, disusul Manchester United lewat Bruno Fernandes. Di bawahnya ada Harry Kane dan Son Heung-min (Tottenham Hotspur).

Gabriel Jesus yang disebut-sebut bisa jadi penerus Aguero baru mencatatkan tiga gol. Ia bahkan masih kalah dari perolehan rekan-rekannya seperti Riyad Mahrez, Raheem Sterling, dan Ilkay Gundogan, yang lebih unggil di daftar top skor.

Isu ini pun ternyata tidak luput dari perhatian Pep Guardiola sebagai pelatih. Ia sadar betul bahwa sekarang ini timnya belum punya pencetak gol utama yang bisa selalu diandalkan.

“Normalnya, ketika Anda berada di puncak klasemen atau memenangkan liga, Anda punya satu atau dua top skor. Kami sekarang tidak punya dan saya tidak tahu akan punya atau tidak,” kata Guardiola, seperti dikutip dari Manchester Evening News.

“Sergio akan kembali tapi perolehan Gabriel di Liga Inggris tidak cukup. Tapi jika Anda berpikir seorang striker akan jadi solusi kami, kami tidak akan bisa memenangkan pertandingan,” tambahnya lagi.

Tentu saja, sebagai seorang pelatih sepak bola, Guardiola tentu memegang teguh asas permainan kolektif. Sepertinya musim ini ia tidak akan ambil pusing apakah salah satu pemainnya akan menjelma sebagai top skor nantinya.

Apa pun itu, memiliki andalan yang berhasil meraih Sepatu Emas atau berada di daftar atas pencetak top skor memang hal yang bagus, tapi lebih penting lagi jika bisa memenangkan trofi.

Guardiola pun nampaknya sudah cukup ikhlas membiarkan tugas mencetak gol untuk Manchester City terbagi ke beberapa pemain, sembari menunggu kembalinya Sergio Aguero dan perkembangan Gabriel Jesus.