Krisis Finansial, Arsenal Pinjam Rp 2,3 Triliun ke Bank of England

Krisis Finansial, Arsenal Pinjam Rp 2,3 Triliun ke Bank of England

Terbaiknews - - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah klub top Eropa mengalami krisis finansialtak terkecuali...

- Pandemi Covid-19 membuat sejumlah klub top Eropa mengalami krisis finansial, tak terkecuali Arsenal.

Tidak adanya penonton yang hadir ke stadion dan aktivitas penjualan merchandise yang tersendat merupakan beberapa dari serangkaian faktor lain yang membuat keuangan klub anjlok.

Krisis tersebut pun membuat Arsenal memutuskan untuk meminjam uang kepada Bank of England guna membantu menutupi kerugian pendapatan akibat pandemi.

"Saat ini kami terus berupaya mengatasi implikasi dari pandemi global dalam keuangan klub," tulis Arsenal dalam laman resminya, Kamis (7/12/2021).

Jadwal Liga Inggris Tengah Pekan Ini, Jalan Terjal Menanti Man United dan Arsenal

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa klub telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Bank of England untuk Covid Corporate Financing Facility (CCFF)."

Dalam pernyataan dalam laman resmi klub, dapat diketahui bahwa Arsenal mengambil pinjaman senilai 120 juta pound atau sekitar Rp 2,3 triliun.

CCFF dirancang sebagai suatu fasilitas pembiayaan jangka pendek selama pandemiuntuk korporasi yang dinilai memiliki nilai investasi tinggi.

Arteta Berikrar Bantu Kebangkitan Pembelian Termahal Arsenal

Fasilitas tersebut diberikan kepada organisasi besar, termasuk industri olahraga yang memiliki peringkat investasi kuat dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Inggris.

Jumlah uang yang dipinjamkan nantinya akan dikembalikan pada Mei 2021 mendatang.

Sementara itu, uang yang dipinjam The Gunners dengan skema CCFF dari Bank of England dikabarkan bukan untuk keperluan transfer, melainkan demi melunasi tagihan utang pada Agustus 2020 terkait pembangunan Stadion Emirates.