Deli Alli Jangan Naif, Awas Jadi Korban Permainan Hati Jose Mourinho

Deli Alli Jangan Naif, Awas Jadi Korban Permainan Hati Jose Mourinho

Terbaiknews - INDOSPORT.COM - Dele Alli akhirnya batal hengkang dari klubnya di Liga InggrisTottenham Hotspur,...

INDOSPORT.COM - Dele Alli akhirnya batal hengkang dari klubnya di Liga Inggris, Tottenham Hotspur, setelah diyakinkan oleh pelatihnya, Jose Mourinho. Meski begitu, Alli mesti mewaspadai maksud tersembunyi dari The Special One.

Bintang terpinggirkan Tottenham Hotspur, Dele Alli, akhirnya harus batal pindah ke Paris Saint-Germain di bursa transfer musim dingin ini. Gelandang berusia 24 tahun tersebut sebetulnya tinggal selangkah lagi bergabung dengan mantan pelatihnya, Mauricio Pochettino, di Ligue 1.

Salah satu penyebab utama batalnya Del alli bermain di PSG adalah pelatihnya di Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. The Special One telah melakukan pertemuan khusus dengan gelandang Timnas Inggris tersebut untuk membicarakan nasibnya di London.

Kepada media, Jose Mourinho menyatakan jika dirinya telah meyakinkan Dele Alli untuk bertahan di Tottenham Hotspur pada putaran kedua ini. Mourinho mengklaim ia dan timnya masih membutuhkan sosok Dele Alli.

"Saya pikir kami telah menemukan kesamaan, bisa dikatakan demikian. Ini periode penting bagi tim dan juga untuknya. Kami membutuhkan dia, kami membutuhkan Dele Alli yang bagus. Kami menunggu dia kembali seperti semua, berlatih dengan tim." ujar Mourinho dikutip dari Sky Sports.

"Kami membutuhkannya kembali dan saya membuatnya sangat yakin."

Usaha untuk meyakinkan Dele Alli yang dilakukan Jose Mourinho membuahkan hasil sebab di pengujung bursa transfer, Dele Alli membatalkan keinginan untuk hengkang dari Spurs.

Dele Alli boleh berlega hati mendengar perkataan tersebut yang keluar dari pelatihnya langsung. Hal itu bisa menambah kepercayaan dirinya di Tottenham Hotspur.

Meski begitu, Alli harus waspada alias jangan lengah sebab Jose Mourinho memiliki rekam jejak buruk dalam memperlakukan sejumlah pemain.

Awas Jadi Korban Permainan Hati Mourinho

Dele Alli menjalani musim yang berat bersama Tottenham Hotspur sejak pelatih Jose Mourinho mengambil alih. Sepanjang musim 2020/21, Dele Alli hanya mencatatkan 12 penampilan di semua kompetisi dengan kontribusi 2 gol dan 2 assist.

Padahal, di masa lalu dirinya merupakan bagian penting dari kesuksesan Tottenham Hotspur bersaing di empat besar Premier League. Penyebab utama dari mundurnya penampilan Alli adalah cedera yang ia alami.

Akan tetapi, sampai saat ini belum jelas separah apa cedera yang menimpa sang pemain. Sebab, berbagai laporan menunjukkan ia sering tidak dimasukkan ke dalam skuad tanpa alasan yang jelas.

Dari 22 laga Liga Inggris musim ini, Dele Alli tidak dimasukkan skuad sebanyak 11 kali, di bangku cadangan 3 kali, dan 3 kali absen karena cedera. Dari empat kali penampilannya di Liga Primer Inggris musim ini, tak ada satu pun yang melebihi 45 menit.

Maka bisa dibilang bahwa Dele Alli saat ini mulai tersingkir di skuad yang dipimpin oleh Jose Mourinho. Tottenham Hotspur di bawah Mourinho lebih memilih memainkan pemain termahal mereka, Tanguy Ndombele.

Meksi begitu, Jose Mourinho belakangan menyatakan bahwa mundurnya karier Dele Alli di Spurs disebabkan karena kondisi fisiknya yang belum fit. Entah betul itu terjadi atau tidak, yang jelas apa yang terjadi di Spurs musim ini telah membuat Dele Alli gerah.

Dele Alli yang terlihat baik-baik saja akhirnya digosipkan akan berlabuh ke klub Paris Saint-Germain musim dingin ini, meski belakangan ia membatalkan niat tersebut usai diyakinkan oleh Mourinho.

Meski begitu, Dele Alli harus waspada terhadap setiap perkataan The Special One, sebab menelantarkan pemain bintang adalah hal biasa dalam kamus seorang Mourinho.

Kita sama-sama tahu bagaimana perlakuan dirinya terhadap legenda Brasil, Ricardo Kaka. Didatangkan dengan mahar sangat mahal dari AC Milan, Kaka malah lebih sering jadi pemain pelapis di bawah Mourinho.

Jose Mourinho ketika itu terkesan tidak menyukai keberadaan Kaka di Real Madrid. Kekecewaan terhadap kariernya di Madrid pernah disampaikan langsung oleh Kaka.

Cedera menjadi alasan bagi Mourinho untuk menjadikan Kaka sebagai pemain pelapis. Meski begitu, setelah pulih pun Kaka tetap tidak bisa mendapat tempat di skuadnya.

Kaka bukan satu-satunya yang mendapat perlakuan ini dari Mourinho. Di masa bakti keduanya bersama Chelsea, Jose Mourinho pernah terlibat perselisihan dengan Eden Hazard. Hal itu dipicu oleh sang bintang yang menolak untuk bermain lebih lama karena merasakan sakit di pinggul.

Mourinho seperti tak mau memedulikan. Seperti dilansir dari The Guardian, ia pernah berujar bahwa menuntut komitmen pemain di luar ambang rasa sakit (cedera) merupakan budaya sepak bola Inggris.

Setelah itu, Eden Hazard yang notabene pemain penting di Chelsea harus rela beberapa kali dicadangkan oleh The Special One.

Mantan anak asuh Mourinho, Arjen Robben, pernah berujar bahwa pelatihnya itu benci dengan pemain cedera. "Dia tidak suka pemain-pemain yang cedera," ujarnya dikutip dari The Guardian.

Mourinho memang tak segan-segan mengritik dan menyindir pemain-pemainnya yang cedera. Oscar misalnya, pemain muda Brasil itu pernah dijuluki 'bocah ringkih' dan disebut lemah secara fisik di pekan ia bermain sangat bagus di Inggris.

Bintang sekelas Sergio Ramos di Real Madrid juga pernah jadi sasaran kritikan Mourinho. The Special One menggunakan konferensi pers untuk mempermalukan Ramos dengan menyebutnya bermasalah secara medis.

Apa yang terjadi pada Luke Shaw di klub Manchester United paling menarik untuk disorot. Mourinho terang-terangan mengritik penampilan Shaw di laga lawan Watford padahal bek kiri muda itu atas sepengetahuan Mou tengah cedera hamstring.

Para pemain yang 'dibenci' oleh Mourinho karena kondisi fisiknya itu pun harus menjalani sisa waktunya di tangan Mourinho bak anak tiri. Hal inilah yang mesti diwaspadai oleh Dele Alli.

Ada kemungkinan besar Jose Mourinho tidak suka dengan permasalahan fisik yang mungkin kini tengah diderita Alli. Meski sudah mampu untuk bermain, bukan berarti Alli bisa begitu saja dipakai oleh Mourinho.

Dele Alli harus waspada jangan sampai pelatihnya tersebut menilainya secara subjektif. Sebab jika sudah demikian, ia bakal mengikuti jejak-jejak pemain lainnya yang pernah dikucilkan di dalam skuad Jose Mourinho.

Mari ditunggu sama-sama di putaran kedua ini. Apakah Jose Mourinho mampu menepati janjinya untuk memberikan kembali peran yang hilang kepada Dele Alli, atau ia hanya akan menjadikan pemain 24 tahun itu sebagai sasaran kebiasaan buruknya.