7 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Laga Terakhir Premier League, Mungkinkan Manchester United Bernasib Sial?

7 Hal yang Perlu Diperhatikan pada Laga Terakhir Premier League, Mungkinkan Manchester United Bernasib Sial?

Terbaiknews - Premier League 2019/2020 Logo (Bola.com/Adreanus Titus/Faris Kholid)Bola.comJakarta - Pertandingan...

Bola.com, Jakarta - Pertandingan pamungkas Premier League 2019/2020 akan digelar serempak pada Minggu (26/7/2020) pukul 22.00 WIB. Meskipun gelar juara sudah direngkuh Liverpool, masih banyak pertaruhan krusial yang tersaji.Â

Kompetisi Premier League musim ini berjalan aneh, pandemi virus corona jadi penyebabnya. Ada jeda tiga bulan di pertengahan musim, yang nyaris mengancam pesta juaraÂLiverpoolÂsetelah 30 tahun menunggu.

Kendati demikian, sepak bola bisa dilanjutkan kembali dengan sejumlah penyesuaian. Liverpool akhirnya mengicipi lagi titel liga setelah tiga dekade menunggu. Ini menjadi gelar pertama The Reds di era Premier League.Â

Posisi kedua juga sudah tidak bisa diutak-atik, karena sah menjadi milik Manchester City. Satu tim juga sudah resmi terdegradasi, yaitu Norwich City.Â

Setelah memadatkan jadwal pertandingan, Premier League bakal memasuki laga terakhir dan merangkum musim ini. Seperti biasa, pertandingan terakhir selalu penting. Setidaknya ada 7 hal yang perlu diperhatikan pada duel pemungkas besok.

Apa saja? Menukil FourFourTwo, baca selengkapnya di bawah ini tujuh hal yang perlu diperhatikan pada laga pamungkas Premier League 2019/2020.Â

Â

Revive Adserver Asynchronous JS Tag - Generated with Revive Adserver v5.0.5 www.bola.com - Showcase
2 dari 8 halaman

1. Pertarungan 3 Tim di Empat BesarÂÂ

Persaingan mengamankan empat besar musim ini sepertinya bakal berakhir dramatis. Ada Manchester United, Chelsea, dan Leicester yang bersaing ketat.

MU memimpin di peringkat ke-3 dengan 63 poin, Chelsea punya jumlah poin yang sama di peringkat ke-4, lalu Leicester mengekor dengan 62 poin.

Laga pemungkas nanti akan sangat seru karena MU berhadapan langsung dengan Leicester, sedangkan Chelsea melawan Wolves, tim peringkat ke-6.

Leicester bakal lolos andai bisa mengalahkan MU, begitu pun sebaliknya. Chelsea, di sisi lain, hanya perlu menghindari kekalahan. Mampukah Manchester United menghindari nasib sial dan melaju ke Liga Champions musim depan?Â

Â

3 dari 8 halaman

2. Perjuangan Aston VillaÂÂ

Tidak hanya di papan atas, persaingan di zona degradasi juga sangat seru. Ada Bournemouth di peringkat ke-19 dengan 31 poin, lalu Watford di peringkat ke-18 dengan 34 poin, dan Aston Villa setingkat di atasnya dengan 34 poin.

Villa bakal menyambangi West Ham, Watford mendatangani markas Arsenal, dan Bournemouth bertandang ke kandang Everton.

Villa bakal lolos jika berhasil menang. Kalah pun tak masalah dengan syarat Watford dan Bournemouth juga kalah. Singkatnya, tiga tim ini belum benar-benar aman.

Â

4 dari 8 halaman

3. Wolves dan Tottenham Incar Liga EuropaÂÂ

Saat ini Wolverhampton menempati peringkat ke-6 dengan 59 poin, Tottenham di bawahnya dengan 58 poin. Kedua tim ini bertarung untuk mempebutkan peringkat ke-6.

Sebenarnya peringkat ke-7 masih bisa mendapatkanÂtiketÂke Liga Europa, tapi dengan syarat Arsenal gagal menjuarai FA Cup. Risiko ini terlalu besar, Spurs jelas harus menang.

Untungnya tim Jose Mourinho bakal menghadapi Crystal Palace, tidak terlalu sulit. Wolves harus menghadapi Chelsea yang juga bertarung untuk sesuatu. Jika kalah, Wolves bisa kehilanganÂtiketÂEropa mereka.

Â

5 dari 8 halaman

4. Kevin de Bruyne Butuh Dua Assists LagiÂÂ

Kevin De Bruyne mencatatkan assists ke-19 di EPL musim ini kala Man City menghajar Watford 4-0 tengah pekan lalu. De Bruyne menyamai torehan Mesut Ozil di musim 2015/2016, dan hanya tertinggal satu assist dari rekor Premier League yang dipegang Thierrry Henry (20).

Artinya, dengan dua assists lagi, De Bruyne bakal mencatatkan rekor istimewa dan melampaui Henry. Man City menjamu Norwich di laga terakhir nanti, lawan yang seharusnya mudah.

Â

6 dari 8 halaman

5. Jamier Vardy Menuju Golden BootÂÂ

Jamie Vardy masih memimpin daftar top scorer sementara dengan 23 gol. Di bawahnya Ada Danny Ings dengan 21 gol, dan Pierre-Emerick Aubameyang dengan 20 gol.

Seharusya posisi Vardy aman, khususnya jika bisa mencetak gol tambahan di laga terakhir nanti. Striker Timnas Inggris ini mulai menemukan kembali ketajamannya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Â

7 dari 8 halaman

6. Finis Terbaik Sheffield United dalam 45 tahunÂÂ

Sheffield United mungkin sudah kehilangan kesempatan bermain di Eropa musim depan, tapi tetap saja musim ini terbilang luar biasa bagi mereka.

The Blades sempat terancam terdegradasi musim lalu, tapi di musim 2019/20 ini mereka menjelma jadi kuda hitam. Kualitas sepak bola Sheffield bisa membuat lawan-lawan mereka tercengang.

Jika bisa mengalahkan Southampton nanti, Sheffield bakal mengamankan peringkat ke-8, yang merupakan torehan terbaik mereka sejak musim 1974/75 silam.

Â

8 dari 8 halaman

7. Liverpool Ciptakan Rekor BaruÂÂ

Liverpool membuang kesempatan mencatatkan rekor poin terbanyak dalam sejarah Premier League ketika dikalahkan Arsenal beberapa pekan lalu. Namun, mereka masih punya kesempatan menciptakan rekor poin klub.

Torehan poin tertinggi Liverpool tercipta pada musim lalu, ketika mereka jadi runner-up dengan 97 poin.

Kini Liverpool sudah mengumpulkan 96 poin, dengan satu pertandingan sisa, mereka bisa menciptakan rekor klub baru 99 poin.

Sumber: FourFourTwo

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, published 25/7/2020)