Potret Militansi NJ Mania: Garis Miring Dari Utara, Tak Padam Meski Persitara di Kasta Bawah

Potret Militansi NJ Mania: Garis Miring Dari Utara, Tak Padam Meski Persitara di Kasta Bawah

Terbaiknews - Ketua Umum North Jak ManiaFarid saat hadir di berbagai kegiatan Persitara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

, JAKARTA – Kehadiran suporter dalam sebuah pertandingan sepakbola merupakan hal yang tak pernah terpisahkan bagai kuku dan daging.

Adanya suporter di dalam Stadion membuat para pemain yang didukungnya pun merasa dapat tenaga tambahan.

Tak heran, istilah pemain ke-12 yang disematkan kepada suporter dalam pertandingan juga jadi penentu klub saat mendapatkan hasil positif.

“Suporter sangat berpengaruh dalam pertandingan. Hadirnya suporter di Stadion pastinya membuat para pemain lebih termotivasi,” kata Teuku Muhammad Ichsan, gelandang Bhayangkara FC saat dihubungi Tribunnews.

“Kita tahu ada Persija, Persib dan Arema yang punya suporter besar. Itu buat pemain-pemain lawan merinding. Tapi kalau kami di Bhayangkara itu juga jadi tantangan mental,” sambungnya.

Belakangan, pecinta sepakbola di Indonesia membuat dunia terkagum-kagum. Tak heran, Indonesia kini jadi pasar sepakbola terbesar di Asia Tenggara bahkan Asia.

Suporter dalam mendukung klub pun terbagi stratanya. Mereka yang punya kecintaan sangat dalam dengan klub yang ia bela umumnya menamakan dirinya dengan ultras atau garis keras.

Kehadiran suporter garis keras di Indonesia ini juga jadi identitas baru di sepakbola Indonesia.

Bukan cuma Liga 1, Liga 3 yang jadi kompetisi resmi terbawah di Indonesia pun ternyata punya fenomena suporter fanatik klub.