Persita Pinjamkan Evgeniy Budnik ke Klub Armenia

Persita Pinjamkan Evgeniy Budnik ke Klub Armenia

Terbaiknews - Budnik terpaksa memilih opsi peminjaman ini karena dirinya harus tetap bermain rutin.
Budnik terpaksa memilih opsi peminjaman ini karena dirinya harus tetap bermain rutin.

, JAKARTA -- Manajemen Persita Tangerang meminjamkan satu pemain asing yang tersisa, yakni Evgeniy Budnik ke klub Armenia, Urartu FC, hingga Juni 2021 atau sebelum rencana kompetisi Liga 1 Indonesia kembali bergulir.
Dikutip dalam laman resmi klub dari Jakarta, Senin (1/2), alasan manajemen meminjamkan Evgeniy Budnik karena kompetisi sepak bola Indonesia belum jelas kapan akan kembali bergulir. Setidaknya, Budnik bisa menjaga sentuhannya serta mendapat penghasilan lebih.
“Karena di Indonesia juga kan kondisinya masih seperti ini. Kompetisi belum jelas, sementara pemain itu kan atlet profesional. Pasti enggak akan cukup untuk latihan mandiri terus-menerus. Pasti butuh juga untuk mempertahankan skill dan kemampuan mereka dengan bermain di pertandingan resmi," ujar manajer Persita I Nyoman Suryanthara.
Bagi pemain asal Ukraina itu, klub Urartu FC tidaklah asing. Ia sempat bermain di sana sebelum berlabuh bersama Pendekar Cisadane pada awal 2020. "Kebetulan tim lama Budnik memang mengajukan peminjaman, dari pihak mereka kontak ke Persita dan kami tidak keberatan untuk meminjamkan Budnik," kata Nyoman.
Sementara itu, Budnik terpaksa memilih opsi peminjaman ini karena dirinya harus tetap bermain rutin, tidak bisa terlalu lama vakum. Apabila kontrak peminjamannya selesai, ia memastikan akan kembali ke Persita.
"Untuk sementara saya memutuskan bermain di sini dulu sampai ada kepastian kompetisi di Indonesia. Masa peminjaman saya sampai 31 Mei 2021. Kalau memang situasi di Indonesia sudah membaik, kompetisi sudah jalan, saya pasti kembali,” kata Budnik.
Budnik menjadi satu-satunya pemain asing yang tersisa di skuad Persita Tangerang. Adapun tiga pemain lain seperti i Mateo Bustos (Argentina), Eldar Hasanovic (Bosnia), dan Tamirlan Kozubaev (Kyrgystan) memilih mengakhiri kerja sama imbas tak jelasnya kompetisi.

sumber : Antara