Permainan Arema FC Dicap Keras, Bek Legendaris Ingatkan Pentingnya Aturan Main

Permainan Arema FC Dicap Keras, Bek Legendaris Ingatkan Pentingnya Aturan Main

Terbaiknews - - Asisten Pelatih Arema FCCharis Yulianto kembali mengingatkan atas pentingnya aturan main dalam...

- Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto kembali mengingatkan atas pentingnya aturan main dalam regulasi sepak bola, setelah anak asuhnya mulai dicap sebagai tim dengan permainan keras.

Sebagai bek legendaris Arema, Charis paham betul atas karakter khas tim Singo Edan. Namun, banyak yang belum paham dengan pakem bermain keras khas Arema, sehingga bisa disalahartikan.

"Sebenarnya, kami tidak melarang bermain keras. Tetapi, harus sesuai koridor (aturan main) sepak bola," tandas Asisten Pelatih Arema FC yang membantu kinerja Mario Gomez tersebut.

Maka dari itu, dia kembali mengingatkan atas pentingnya kontrol emosi dalam melakoni pertandingan. Lantaran faktor itulah yang seringkali membuat penggawa Arema FC mendapat ganjaran kartu kuning, dan bisa merugikan jika sampai akumulasi maupun kartu merah.

"Itu juga menjadi bahan evaluasi bagi kami. Bagaimana pemain bisa lebih mengontrol emosi di laga selanjutnya," sambung bek legendaris Arema di era Liga Indonesia tahun 2000-an tersebut.

Cap sebagai tim dengan permainan keras memang mulai disematkan pada Dendi Santoso dkk musim ini. Indikasi itu terekam secara jelas, melalui catatan 12 kartu kuning dan 1 kartu merah yang dikantongi.

Jonathan Bauman menjadi yang pertama diganjar kartu merah, plus 2 kartu kuning. Sementara Oh In-Kyun, Syaiful Indra Cahya sudah mengoleksi dua kartu kuning, Kushedya Hari Yudo, Bagas Adi Nugroho, Ridwan Tawainela, Hendro Siswanto, Feby Eka Putra dan Matias Malvino yang mengoleksi satu kartu kuning.