Manajer Persebaya: Berbulan-bulan Klub Menanggung Beban Finansial

Manajer Persebaya: Berbulan-bulan Klub Menanggung Beban Finansial

Terbaiknews - Manajer Persebaya Candra Wahyudi (kiri) bersama Presiden Persebaya Azrul Ananda. (Angger Bondan/Jawa Pos)

− PSSI sudah menerbitkan surat keputusan. Isinya, setiap klub bisa membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial maksimal 25 persen untuk periode Oktober hingga Desember. Keputusan tersebut sejalan dengan pemasukan klub yang minim.

Manajemen Persebaya langsung merespons keputusan itu. Soal gaji, tidak ada jaminan klub akan membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial sampai 25 persen.

’’PSSI memberi catatan maksimal 25 persen. Berarti (pembayaran gaji) bisa kurang dari angka tersebut,’’ kata Candra Wahyudi, manajer Persebaya. Dengan demikian, pemain bisa mendapat gaji di bawah 25 persen.

Bagi Candra, klub memang jadi pihak yang sangat dirugikan dengan ditundanya kompetisi sampai tahun depan. Yang paling terasa tentu saja kerugian dari sisi finansial.

Saat kompetisi mandek, pemasukan klub nyaris tertutup. Tapi, mereka tetap harus membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial. ’’Sudah berbulan-bulan klub menanggung beban finansial tanpa ada pemasukan karena liga tidak jalan,’’ tambahnya.

Seperti diketahui, kompetisi dihentikan sejak Maret lalu.

Beban klub jadi kian berat karena hak komersial belum juga diberikan. Awalnya, PSSI berjanji akan memberikan hak komersial kepada setiap klub sebesar Rp 800 juta per bulan.

Tapi, karena kompetisi ditunda, pemberian hak komersial juga ikut tertunda. Malah, PSSI hanya akan memberikan hak komersial sebesar 25 persen saja. Itu pun bisa diberikan kalau kompetisi tahun depan bisa bergulir.

Yang jadi masalah, tidak ada garansi kompetisi tahun depan akan berjalan. Kondisi itulah yang membuat klub peserta kecewa.

’’Saat masih harus menanggung beban finansial, PSSI dan PT LIB malah dengan santainya menghentikan hak komersial klub dengan alasan liga tidak bisa jalan. Sangat tidak fair bagi klub,’’ tegas pria asli Bojonegoro tersebut.

Saat ini, skuad Persebaya tengah diliburkan. Dengan keluarnya surat keputusan itu, manajemen Green Force, julukan Persebaya, bisa melakukan renegosiasi kontrak. Proses renegosiasi kontrak harus segera dilakukan jika manajemen ingin secepatnya menekan pengeluaran.

Hanya, mayoritas pemain saat ini tengah pulang kampung. Termasuk empat pemain asing. Mereka kembali ke negara masing-mading. Tapi, winger Mahmoud Eid tidak masalah kalau harus kembali lebih cepat. ’’Kalau manajemen ingin saya kembali, saya akan kembali. Saya siap,’’ ucap pemain berpaspor Palestina tersebut.