Arema FC Merubah Filosofi Tim Satu Dekade Terakhir, Singo Edan Menatap Gelar Juara Liga 1 2020

Arema FC Merubah Filosofi Tim Satu Dekade Terakhir, Singo Edan Menatap Gelar Juara Liga 1 2020

Terbaiknews - Arema FC Merubah Filosofi Setelah Satu Dekade TerakhirSingo Edan Menatap Gelar Juara Liga 1 2020 

- Arema FC mulai merubah folosofi tim jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2020.

Singo Edan melakukan perombakan besar-besaran guna mengarungi kompetisi kasta tertinggi di sepak bola Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, 15 pemain dipastikan tak berseragam biru khas Arema FC mulai dari Makan Konate hingga Hamka Hamzah.

Pada awalnya, prediksi pemain yang akan didatangkan ialah deretan pemain bintang yang akan mempekuat komposisi pemain Arema FC.

Arema FC Merubah Filosofi Tim Satu Dekade Terakhir, Singo Edan Menatap Gelar Juara Liga 1 2020
PELATIH AREMA FC - Pelatih Arema FC, Mario Gomez saat di perkenalkan pada wartawan di Kantor Arema FC, Kamis (16/1/2020). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO (SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO)

Bukan menjadi rahasia lagi, dalam satu dekade terakhir, tim yag memiliki julukan Singo Edan tersebut selalu mendatangkan deretan pemain bintang.

Mulai dari Marcio Souza, Herman Dzumafo, Ferry Anam Saragih, Christian Gonzales, M Ridhuan, Noh Along Alamshah, Esteban Guillen, Juan Pablo Pino, hingga Alberto Beto Goncalves pernah menjadi memperkuat tim asal Jawa Timur tersebut.

Kendati memiliki deretan pemain bintang di skuatnya, tak membuat tim kebanggaan Aremania itu mampu meraih gelar juara di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Arema FC di musim 2009/2010 yang masih menggunakan nama Arema Indonesia mengkombinasikan pemain muda dan senior.

Tak tanggung-tanggung, Arema Indonesia yang kala itu dipegang oleh Robert Alberts mendepak pemain bintang dan memilih untuk mengorbitkan amunisi muda.

Arema FC Merubah Filosofi Tim Satu Dekade Terakhir, Singo Edan Menatap Gelar Juara Liga 1 2020
Logo Arema FC di jersey ketiga musim 2020. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Nama seperti Markus Harison, Franco Hitta hingga Firman Utina dilepas oleh pelatih asla Belanda itu.