Akui Kondisi Sedang Berdarah-darah, Persebaya Hengkang dari Apartemen

Akui Kondisi Sedang Berdarah-darah, Persebaya Hengkang dari Apartemen

Terbaiknews - Pemain Persebaya Koko Ari (kanan) dan Syaifuddin (kiri) melakukan latihan didampingi fisioterapis Persebaya Dani Maulana di gym apartemen Puncak MarinaSurabaya (9/6). (Angger Bondan/Jawa Pos)

− Skuad Persebaya Surabaya tak lagi menghuni Apartemen Puncak Marina. Mereka pindah ke salah satu rumah di Jalan Doho.

’’Minggu kemarin sudah pindahan. Barang-barang yang ada di apartemen kami bawa ke mes baru,’’ kata Ram Surahman, sekretaris tim Persebaya, kepada Jawa Pos.

Tim memang punya banyak barang yang ditinggal di apartemen. Di antaranya adalah perlengkapan latihan. Mulai rompi, bola, hingga alat pendukung lainnya.

Begitu kontrak dengan Puncak Marina habis, barang langsung dibawa ke rumah di Jalan Doho. Pihak manajemen sudah menyewa rumah tersebut sejak awal tahun ini. Ram menjelaskan, pihaknya memang tidak punya pilihan lain. Langkah itu diambil sebagai bentuk efisiensi. ’’Karena memang realitasnya kondisi klub saat ini sedang berdarah-darah,’’ ucapnya.

Dengan kondisi itu, pihak manajemen tidak mau ambil risiko. ’’Kompetisi belum jalan. Tapi, kami tetap butuh tempat untuk jujukan pemain. Kalau tetap di apartemen, cost yang dibutuhkan sangat tinggi,’’ ungkap pria asal Benjeng, Gresik, tersebut.

Memang, kompetisi saat ini belum dimulai. Mayoritas pemain juga pulang ke kampung halaman. Apalagi, mayoritas kontrak pemain berakhir pada pengujung 2020 lalu.

Namun, manajemen Green Force, julukan Persebaya, tetap melakukan antisipasi ketika nanti kompetisi dimulai. Pemain sudah tahu harus datang ke mana ketika tiba di Surabaya.

’’Intinya, kebutuhan mes mutlak bagi kami. Kalau misal nanti ada pemain dari luar kota datang, ya langsung kami persilakan untuk menginap di mes,’’ jelas Ram. Lagi pula, rumah yang disewa dianggap sudah ideal. Ada sekitar 20 kamar.

’’Rumahnya dua lantai. Lokasinya juga di tengah kota,’’ beber mantan media officer Persebaya itu. Nantinya, bukan hanya pemain yang tinggal di situ. Tim pelatih yang selama ini mendapat jatah kamar di Apartemen Puncak Marina juga akan ikut boyongan.

Lalu, bagaimana dengan pemain asing? Selama ini pemain asing tidak tinggal di Apartemen Puncak Marina. Mereka disewakan kamar di Apartemen Pakuwon. Memang, saat ini Persebaya tidak punya pemain asing.

’’Tapi, kalau nanti misal ada pemain asing, apakah mereka ikut tinggal di mes? Kami belum bisa bicara lebih jauh,’’ jelas Ram.

Hanya, melihat kondisi keuangan tim, sulit ada fasilitas apartemen lagi. Kalaupun pemain asing ingin tinggal di apartemen, mereka bisa menyewa dengan uang pribadi.

’’Kami juga masih menunggu kepastian kompetisi seperti apa. Termasuk bagaimana regulasi pemain asing. Yang jelas, untuk sementara kami boyongan ke mes dulu,’’ pungkas Ram.