Kiper Legendaris Inter Milan Puji Setinggi Langit Kualitas Donnarumma

Kiper Legendaris Inter Milan Puji Setinggi Langit Kualitas Donnarumma

Terbaiknews - - Kiper legendaris Inter MilanGianluca Pagliucadiketahui memuji setinggi langit kualitas...

- Kiper legendaris Inter Milan, Gianluca Pagliuca, diketahui memuji setinggi langit kualitas penjaga gawang AC Milan, Gianluigi Donnarumma.

Karier Gianluca Pagliuca dahulu sempat begitu tenar bersama Inter Milan. Tercatat sejak 1994 sampai 1999, Gianluca Pagliuca menjadi penjaga gawang andalan Inter Milan bahkan sempat memegang jabatan ban kapten.

Puncak karier Gianluca Pagliuca bisa dibilang memang tercipta kala dirinya berkostum Nerazzurri. Terbukti, Gianluca Pagliuca dipercaya 40 kali tampil memperkuat Timnas Italia (1991-1999), mayoritas ketika dirinya tergabung bersama Inter Milan.

Perjalanan karier profesional Gianluca Pagliuca berakhir pada 2007. Gianluca Pagliuca memutuskan pensiun di klub Liga Italia, Ascoli.

13 tahun pasca Gianluca Pagliuca gantung sepatu, ternyata dirinya tak bisa sepenuhnya melupakan sepak bola. Buktinya saja Gianluca Pagliuca masih mengamati perkembangan arena lapangan hijau.

Salah satu hal yang diamati Gianluca Pagliuca adalah kiprah penjaga gawang utama milik AC Milan, Gianluigi Donnarumma. Gianluca Pagliuca terkagum atas kualitas yang dimiliki Donnarumma, masih sangat muda tapi bisa meraih prestasi menawan.

"Dia masih berusia 21 tahun dan bermain hampir 200 pertandingan Serie A, itu luar biasa, saya percaya dia adalah yang terbaik di Serie A," ungkap Pagliuca, seperti dikutip dari Sky Sports.

Pagliuca turut membandingkan kualitas Donnarumma dengan kiper senior Italia yang kini memperkuat Juventus, Gianluigi Buffon. Menurut Pagliuca, Donnarumma punya kemampuan yang lebih lengkap sebagai kiper ketimbang Buffon.

"Dia punya kualitas yang berbeda dibandingkan dengan [Gianluigi] Buffon. Dia itu kiper yang komplet, dia itu hebat," jelas Pagliuca.

"Saya menyaksikan dia ketika tim nasional bermain di Bologna, saya mengunjungi mantan rekan setim saya di Sampdoria ketika itu. Saya melihat dia dan dia itu besar sekali, tangan dia tiga kali lipat lebih besar daripada tangan saya. Dia itu kiper klasik tapi modern," lanjutnya.