Rencana Besar Merger Gojek dan Tokopedia, Apa yang akan Terjadi? 

Rencana Besar Merger Gojek dan Tokopedia, Apa yang akan Terjadi? 

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Perusahaan decacorn rintisan Nadiem Makariem diisukan merger dengan raksasa...

Jakarta, IDN Times - Perusahaan decacorn rintisan Nadiem Makariem diisukan merger dengan raksasa e-commerce Indonesia, Tokopedia. Menurut laporan Bloomberg, kedua perusahaan dikabarkan menandatangani persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas atas bisnis masing-masing.

Ekonom Bhima Yudhistira menilai penggabungan kedua perusahaan bakal membuat valuasi keduanya meningkat signifikan. Apalagi, Gojek bakal melakukan IPO atau penawaran saham perdana dalam waktu dekat.

"Sebenarnya kalau dilihat dari sisi motif ini memang strategi meningkatkan valuasi. Karena sebentar lagi Gojek mau IPO kan. Kemarin kan IPO sempat tertunda di 2020. Kalau memang benar-benar terjadi, valuasi saham Gojek ini akan meningkat signifikan karena digabung dengan Tokopedia tadi," kata Bhima kepada IDN Times, Sabtu (9/1/2021).

1. Ekosistem digital dinilai akan lebih bagus

Rencana Besar Merger Gojek dan Tokopedia, Apa yang akan Terjadi? Ilustrasi Belanja E-commerce (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, bila konsolidasi startup tersebut terjadi, maka integrasi model bisnis keduanya akan menghasilkan suatu ekosistem digital raksasa yang bisa dibilang tak tertandingi.

Dari segi layanan, Gojek maupun Tokopedia bakal saling melengkapi dan memperkuat. Sistem pembayaran misalnya, Gojek memiliki GoPay yang selama ini menjadi andalan dalam dompet digital mereka.

"Tentu akan lebih bagus ketika e-commerce bergabung dengan Gojek transportasi online, GoPay untuk pembayaran, maka akan melengkapi ekosistem digital. Karena di sisi yang lain dengan adanya efisiensi dan integrasi ekosistem digital, bisa menekan biaya dari misalkan diatribusi atau ongkos kirim misalnya," jelas Bhima.

2. Untuk meningkatkan daya saing

Rencana Besar Merger Gojek dan Tokopedia, Apa yang akan Terjadi? tokopedia.com

Berkaitan dengan kompetisi, lanjut Bhima, Tokopedia berharap bisa semakin berbicara dalam layanan e-commerce, khususnya terkait dengan dompet digital. Ditambah lagi, sektor e-commerce saat masa pandemik ini sedang naik daun.

"Karena Shopee ada Shopeepay. Nah Tokopedia ingin kejar juga, dengan gabung ke Gojek dia bisa mendapatkan semacam support sistem di pembayaran digital dari GoPay. Ini kan e-commerce besar dan menjadi peluang karena tumbuh tinggi," tutur dia.

3. Bermanfaat dari sisi permodalan

Rencana Besar Merger Gojek dan Tokopedia, Apa yang akan Terjadi? IDN Times/Arief Rahmat

Dari catatan Bhima, merger antara Gojek dan Tokopedia juga akan memperkuat permodalan keduanya. Apalagi, e-commerce besutan William Tanuwijaya itu juga direncanakan ingin melakukan IPO.

"Nah tokopedia kan memang mau IPO. Dua-duanya rencana mau IPO. Kalau digabungkan, atau bersamaan pendanaan yang diraup akan lebih besar lagi," ujarnya.

Terkait rumor merger tersebut, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita enggan memberi tanggapan lebih jauh.
"Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor yang beredar," tegas dia.

Sedangkan pihak Tokopedia mengaku belum bisa menanggapi pertanyaan IDN Times. "Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap spekulasi dan rumor pasar," ujar perwakilan Tokopedia.