Pengaruh Covid-19 terhadap Sistem Informasi Akuntansi pada Sektor Perbankan

Pengaruh Covid-19 terhadap Sistem Informasi Akuntansi pada Sektor Perbankan

Terbaiknews - Pada awal tahun 2020tepatnya 30 Januari 2020WHO mengumumkan sebuah wabah coronavirus baru...

Pada awal tahun 2020, tepatnya 30 Januari 2020, WHO mengumumkan sebuah wabah coronavirus baru (COVID-19) sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia. COVID-19 merupakan penyakit yang akibat suatu coronavirus baru yang sebelumnya tidak teridentifikasi pada manusia.Â

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang sering disebut dengan Virus Corona adalah virus yang menyerang melalui sistem pernapasan yang dapat ditemukan pada hewan dan manusia. ÂCovid-19 diketahui paling mudah menyebar melalui kontak erat dengan orang yang terinfeksi Âvirus Covid-19, virus ini dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin orang yang terinfeksivirus Covid-19.

Wabah ini disebabkan oleh sebuah virus Corona Virus Disease, yang Âpertama kali di deteksi terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019 lalu dan ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020. Hingga 23 Juli 2020 virus ini telah menjangkit dari 15.077.182 jiwa di seluruh dunia, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 8.588.757 jiwa dan mengakibatkan kematian sebanyak 620.257 jiwa.Â

Dengan angka penyebaran terbanyak terjadi di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 per 23Juli 2020 terjadi sebanyak 91.751 kasus pasien positif, dengan angka kesembuhan pasien yang terjangkit sebanyak 50.255 jiwa dan pasien meninggal dunia sebanyak 4.459jiwa.

Penyebaran Covid-19 yang terjadi secara global diseluruh dunia ini mengganggu aktivitas di sektor ekonomi dunia, salah satunya Âpada sektor keungan perbankan. Terjadinya kepanikan masyarakat akan pandemi ini, mengakibat masyarakat atau nasabah lebih berhati-hati lagi dalam melakukan investasi atau hanya sekedar menyimpan uang dibank.Â

Ditambah lagi semenjak pemerintah menetapkan sebuah peraturan baru yaitu PSBB (Pembatasan Sosisal Berskala Besar) dimana banyak perusahaan-perusahaan, pabrik, toko, mall, tempat wisata yang biasanya ramai dikungjungi orang harus ditutup sementara waktu.

Untuk perusahaan dan instansi pemerintah harus tutup untuk sementara waktu, dan memberlakukan sistem kerja dari rumah (Work From Home) untuk menyesuaikan dengan peraturan dari pemerintah. Walaupun disaat pandemi ini, banyak Bank masih sangat dapat menjaga likuiditasnya, sehingga masih tetap aman untuk dapat menyimpan uang atau melakukan pinjaman di Bank.

Untuk sistem informasi akuntansi pada sektor perbankan tidak terjadi perubahan, hanya mekanisme palaksanaan yang disesuaikan dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dimana yang setiap hari kerja selama 8jam dilakukan pengurangan jam kerja dan layanan menjadi 6jam.Â

Nasabsah lebih dianjurkan untuk melakukan pengalihan transaksi non-tunai melalui layan E-Channel seperti SMS Banking, Mobile Banking, dan Internet Banking.Dimana nasabah dapat mengakses data pribadi seperti Saldo Mutasi Rekening, Transfer sesama maupun antar bank, Transaksi Pembelian, dan ÂTransaksi Pembayaran.Â

Untuk transaksi tunai juga dapat dilakukan pengalihan dengan melakukan setoran rekening melalui mesin CRM dan CDM dan untuk penarikan tunai dapat dilakukan melalui mesin ATM. Hal ini dilakukan guna menghindari tumpukan nasabah dia banking hall agar tidak mempercepat penyebaran virus Covid-19.

VIDEO PILIHAN