Pelni Terapkan Efisiensi Penggunaan BBM

Pelni Terapkan Efisiensi Penggunaan BBM

Terbaiknews - JakartaBeritasatu.com - PT Pelni (Persero) melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM)...

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pelni (Persero) melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal karena memegang porsi 50 persen dari total biaya operasional.

Pelni Operasionalkan Kapal Penumpang Bertahap

Direktur Armada PT Pelni, Tukul M Harsono menjelaskan, komponen biaya terbesar untuk pengoperasian kapal berasal dari BBM yang mencapai lebih dari 50 persen dan saat ini armada kapal Pelni mendapatkan suplai BBM dari PT Pertamina (Persero).

"Dalam rangka efisiensi penggunaan BBM, kami sudah melakukan lompatan dalam hal pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM dengan pengembangan IT khususnya untuk kapal-kapal penumpang yang mengambil porsi konsumsi terbesar,” ujar Tukul dalam keterangan resmi, Rabu (23/7/2020).

Tukul menambahkan, 10 tahun lalu, Pelni mengoperasikan 26 kapal dengan jarak tempuh mencapai 114.012 mil dengan pemakaian 13,5 juta liter per voyage atau rata-rata pemakaian sebesar 118 liter per mil. Saat ini pemakaiannya 8,95 juta liter per voyage dengan jarak tempuh 105.220 mil atau rata-rata 85 liter per mil. "Artinya terdapat penurunan rata-rata sebesar 27 persen. Jadi bisa dihitung besaran efisiensi yang dapat kami lakukan," imbuh Tukul.

Operasional Kapal, Pelni Susun Skenario New Normal

Meski membeli BBM dengan harga subsidi sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Tukul menegaskan, upaya efisiensi akan terus dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang terus diperbarui dan tetap mengedepankan standar keamanan pelayaran internasional.

Menurut dia, sejak Covid-19 merebak di Indonesia pertengahan Maret 2020, sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan dengan menutup akses pelabuhan bagi aktivitas kapal penumpang, termasuk untuk kapal penumpang Pelni. Tak kurang ada 50 pelabuhan yang menutup aktivitasnya.

"Penutupan pelabuhan ini tentu dapat kami maklumi sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tetapi bagi perusahaan, terdapat efek operasional dan finansial yang menuntut penyesuaian cepat dan mengambil langkah strategis. Salah satu yang kami jalankan adalah penyesuaian operasional dari sisi armada kapal yang mengambil porsi terbesar dari biaya perkapalan perusahaan," tutur Tukul M Harsono.


Sumber: BeritaSatu.com
pelni-19