Mari Berhitung Cuan dari Penyelenggaraan Formula E

Mari Berhitung Cuan dari Penyelenggaraan Formula E

Terbaiknews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah bersiap menggelar Formula E Jakarta 2020. Meskipun memicu pro...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah bersiap menggelar Formula E Jakarta 2020. Meskipun memicu pro dan kontra, namun penyelenggaraan Formula E di ibu kota diyakini bukan hanya menguntungkan satu pihak saja.

Direktur Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Darwoto menjelaskan soal dampak ekonomi dari penyelenggaraan Formula E yang akan digelar di Monas. Dampak ekonomi pertama ialah langsung ke JakPro yang bersumber dari penjualan tiket dan sponsor.

Mari Berhitung Cuan dari Penyelenggaraan Formula E
Dari kiri ke kanan: Ketua Ikatan Motorsport Indonesia (IMI) Sadikin Aksa, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, dan Operation Manager of Formula E Jakarta Nuno Fernandez saat menghadiri Media Briefing Formula E 2020 Jakarta di Hotel Novetel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). [Suara.com / Arief Apriadi]

Sedangkan dampak ekonomi kedua, menyasar kepada pelaku-pelaku bisnis. Setelah berkonsultasi dengan konsultan global bahkan Bank Indonesia, perkiraan spending money yang terjadi ketika penyelenggaraan Formula E berlangsung ialah sebesar Rp 600 miliar.

"Per hari (penyelenggaraan) itu. Orang spending di sini, mungkin tinggal seminggu di sini karena crew FEO, 2 ribu orang akan datang di sini tinggal seminggu," kata Dwi dalam diskusi bertajuk "Menghitung Formula Ekonomi-Sosial Dari Formula E Jakarta" di kawasan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Dwi, juga menjabat sebagai Chairman of Organizing Comittee Formula E mengukur apabila ada dua ribu tim Formula E datang ke Jakarta dan menghabiskan waktu sepekan maka hotel dan restauran bahkan alat transportasi di sekitar lokasi pun akan mendapatkan keuntungan.

Selain itu keuntungan lainnya datang dari jumlah penonton yang akan masuk ke Jakarta. Dwi juga mengungkapkan bahwa dampak ekonomi tak langsung juga bisa muncul dari penyelenggaraan Formula E.

Ia mencontohkan seperti akan adanya acara Jakarta Fair di waktu yang sama. Pihaknya bisa mengusahakan untuk menarik para penonton baik dari Jakarta maupun luar kota untuk menghadiri acara tersebut sehingga budaya maupun makanan ciri khas DKI Jakarta pun bisa ikut terangkat di samping penyelenggaraan Formula E.

"Dan kita harus bangga bahwa nanti kerak telor (misalnya) masuk FoxSport. Jangan dilihat bahwa gak mungkin lah pembalap makan kerak telor. Jangan dilihat dari sisi itunya," pungkasnya.

Untuk diketahui, BUMD Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama FIA (Federation internationale de l"automobile) Formula E Championship mengumumkan Formula E Jakarta 2020 digelar di Monas. Tepatnya di kawasan Medan Merdeka, termasuk kawasan bersejarah Monas.

Sebelumnya Formula E di Monas sempat dilarang oleh Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Dalam video yang diputar pada acara Media Briefing di Hotel Novotel Cikini, Jumat, nantinya balap mobil itu akan dimulai (start) dari depan Balai Kota Provinsi DKI Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.