Laba Astra Naik 16% Tertolong Penjualan Bank Permata

Laba Astra Naik 16% Tertolong Penjualan Bank Permata

Terbaiknews - JakartaBeritasatu.com - Penjualan saham PT Bank Permata Tbk topang kenaikan laba bersih PT Astra...

Jakarta, Beritasatu.com - Penjualan saham PT Bank Permata Tbk topang kenaikan laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) pada semester I-2020 menjadi Rp 11,4 triliun atau naik 16 persen (year on year/YoY) dibandingkan semester I tahun 2019. Namun jika tanpa penjualan tersebut, maka laba Astra anjlok 44 persen menjadi Rp 5,5 triliun. Kepemilikan saham Astra pada Bank Permata terjual senilai Rp 16,8 triliun ke Bangkok Bank.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro mengaku, kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra sangat terdampak signifikan akibat pandemi Covid-19, terutama pada kuartal II. Langkah-langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia berdampak kepada operasi grup secara substansial, termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif, serta peningkatan pinjaman yang direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan grup. Selain itu, penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan. "Pandemi ini dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan akan terus mempengaruhi kinerja hingga akhir tahun," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (29/7/2020).

Astra Klaim Risiko Gagal Bayar Utangnya Rendah

Sementara pendapatan bersih Astra konsolidasi turun 23 persen menjadi Rp 89,8 triliun. Selain penurunan penjualan kendaraan, harga batu bara juga menekan penjualan alat berat dan volume kontraktor penambangan. Namun dari sektor agribisnis, masih mengalami kenaikan yang ditopang pertumbuhan harga minyak sawit menrah (crude palm oil/CPO. Sedangkan, utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra meningkat dari Rp 45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp 46,4 triliun pada 30 Juni 2020.

Selama masa pandemi, perseroan harus fokus pada pengurangan biaya operasional dan belanja modal, pengelolaan modal kerja, dan kepastian likuiditas. Untungnya, neraca keuangan Grup Astra tetap kuat dengan tersedianya komitmen fasilitas pinjaman senilai Rp 38,6 triliun.

Lini otomotif mencatatkan laba sebesar Rp 716 miliar, turun 79 persen YoY dari sebelumnya Rp 3,45 triliun. Sebab, penjualan mobil grup Astra turun 45 persen menjadi 139.550 unit imbas pandemi corona. Begitu juga dengan penjualan sepeda motor Astra yang turun 40 persen menjadi 1,5 juta unit.

Lini bisnis jasa keuangan mencatatkan penurunan laba bersih 25 persen menjadi Rp 2,1 triliun, disebabkan peningkatan provisi untuk menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat. Kemudian laba lini bisnis alat pertambangan, konstruksi, dan energi turun 29 persen menjadi Rp 2,4 triliun karena penjualan alat berat dan volume kontrak penambangan yang rendah seiring harga batu bara global.

Laba divisi teknologi informasi juga turun 64 persen menjadi hanya Rp 16 miliar sejalan tergerusnya pendapatan dari bisnis solusi dokumen dan layanan perkantoran PT Astra Graphia Tbk. Lini bisnis infrastruktur dan logistik juga membukukan rugi bersih Rp 88 miliar, dari untung Rp 83 miliar.

Selain itu, kerugian juga disebabkan penurunan laba PT Serasi Autoraya sebesar 62 persen menjadi Rp 34 miliar, karena marjin operasi yang rendah. Padahal, sepanjang semester I-2020 jumlah kontrak sewa kendaraan naik 3 persen menjadi 22.900 unit dan penjualan mobil bekas naik sebesar 3 persen menjadi 15.300 unit.

Sedangkan laba divisi agribisnis berhasil melonjak 791 persen dibandingkan raihan semester I-2019, yang sebesar Rp 35 miliar. “Peningkatan laba dari lini agribisnis dapat dicapai berkat kenaikan harga minyak kelapa sawit global,” ujar Djony.

Peningkatan kinerja juga dicatatkan oleh lini properti, di mana sepanjang semester I-2020 mampu membukukan laba Rp 71 miliar, naik 121,87 persen dibandingkan semester I-2019, sebesar Rp 32 miliar. Peningkatan laba dapat dicapai berkat tingginya tingkat hunian pada Menara Astra, serta pengakuan laba proyek Asya Residences.


Sumber: BeritaSatu.com
International Permata