Kasus Jouska, Edukasi, Literasi dan Indikasi Minat Investasi Millennials Indonesia

Kasus Jouska, Edukasi, Literasi dan Indikasi Minat Investasi Millennials Indonesia

Terbaiknews - Minggu lalu media sosial banyak mengangkat kasus Jouskakasus yang sebenarnya dari nilai investasi...

Minggu lalu media sosial banyak mengangkat kasus Jouska, kasus yang sebenarnya dari nilai investasi di pasar modal tidak terlalu besar. Ecek-ecek kalau kata anak-anak sekarang. Dan saya tidak ingin membahas kasus Jouska ini spesisik pada Jouska atau siapa saja, subjek terkait dan di belakang Jouska.Â

Tapi ribut ribut komplen investor pasar saham yang saya duga adalah para investor pemula ini sebenarnya menarik untuk dijadikan bahan pengamatan.Â

Bahkan sore tadi saya membaca tulisan jurnalis di salah satu media digital lain yang buat saya menarik karena kedangkalan pengamatan dan analisa penulis sampai pada statemen kegagalan Industri Manajer Investasi dalam menangkap minat investor millennials hanya dengan menggunakan follower akun Instagram Jouska dibanding akun Instagram para Manajer Investasi di Indonesia.

Seperti halnya kebanyakan millennials yang jujur harus kita akui mereka kreatif, penuh ide yang kadang out of the box dan didukung oleh kemajuan digital yang membuat semua menjadi mudah.Â

Namun pengalaman, kedalaman dan kedewasaan adalah suatu proses. Yang tidak sesederhana hanya dengan melihat data yang masih patut diuji konsistensi, validitas dan kekekalannya, kesimpulan solid bisa diambil. Tidak sesederhana itu Fergusso....

Edukasi untuk meningkatkan literasi publik memang sangat gencar dilakukan di republik ini, karena kesadaran jumlah populasi muda yang rentan terseret konsumerisme.Â

Sehingga mengajak mereka berinvestasi atau setidaknya mengenal investasi diharapkan akan menjadikan mereka menjadi masyarakat investor, bukan masyarakat konsumer yang tentunya dapat menjadi beban negara jika budaya investasi ini tidak diupayakan hingga para millennials ini menjadi tua.

Kasus Jouska sebenarnya adalah bukti keberhasilan edukasi dan literasi akan investasi di pasar modal. Namun edukasi yang diberikan dengan cara sederhana supaya mudah diterima, terbukti dikunyah begitu saja.Â

Sehingga bermunculanlah investor muda dan Orang Pakar Baru, mereka yang merasa dengan mudah bisa mendapatkan cuan di pasar modal hanya dengan menggunakan teori yang diterima dari sekolah singkat pasar modal atau dari kreatifitas mengaplikasikan pengetahuan pada teknologi yang mereka kuasai.

Kita semua yang hampir 25 tahun berkecimpung di pasar modal sepenuhnya sadar bahwa berinvestasi di pasar modal bukan jual-beli di market place yang hari ini beli berapa, pakai teori tertentu pasti akan menjadi berapa.Â

Investasi di pasar modal membutuhkan pengetahuan investasi yang dalam dan tidak sembarangan. Coba baca UU Pasar Mofal, setiap pelanggaran ketentuan pasar modal dapat berujung pada tindak pidana.

VIDEO PILIHAN