IHSG Berotot di Tengah Rontoknya Saham Global

IHSG Berotot di Tengah Rontoknya Saham Global

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berotot pada pembukaan perdagangan pagi ini....

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berotot pada pembukaan perdagangan pagi ini. Dilansir dari RTI, IHSG pada Rabu (18/11/2020) dibuka pada level 5.530,8 atau menguat 10,3 poin atau 0,19 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

1. Sebanyak 112 saham menguat

IHSG Berotot di Tengah Rontoknya Saham GlobalKaryawan beraktivitas di dekat grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/7/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Sebanyak 112 saham menguat, 30 saham melemah, dan 129 saham terpantau stagnan. Volume transaksi tercatat sebanyak 239 juta lembar saham senilai 223 miliar. Selain itu tercatat ada 12.834 kali transaksi.

Sementara itu, indeks LQ45 berada di area positif dengan kenaikan 0,012 poin atau 0,0014 persen ke level 881,8.

2. Indeks Dow Jones terkoreksi

IHSG Berotot di Tengah Rontoknya Saham GlobalANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Dow Jones Industrial Average pada perdagangan 17November waktu ASditutup terkoreksi167,09 poin atau 0,56 persen ke 29.783,35. Faktor DJIA yang melemah akan ikut memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini di BursaEfek Indonesia.

3. Beberapa komoditas berpotensi mengalami kenaikan

IHSG Berotot di Tengah Rontoknya Saham GlobalANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, kombinasi turunnya harga saham Drug Stores, kekhawatiran terganggunya perekonomian akibat meningkatnya korban COVID-19 serta mengecewakannya data penjualan ritel per Oktober yang tumbuh lebih lambat yakni sebesar 0,3 persen menjadi faktor Indeks Dow Jones melemah sebesar 0,56 persen, setelah sebelumnya selama 2 hari naik 2,97 persen.

Dilain pihak sentimen positif datang dari naiknya EIDO sebesar 1,07 persen serta dari penguatan harga beberapa komoditas seperti Oil 0.22 persen, Coal 0,16 persen, CPO 0,40 persen danTimah 1,76 persen. "Sehingga berpotensi mendorong naik saham dibawah komoditas tersebut," ucap dia.