Harga Telur Ayam di AS Meroket 180% Gara-gara Panic Buying

Harga Telur Ayam di AS Meroket 180% Gara-gara Panic Buying

Terbaiknews - Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Harga telur di Amerika Serikat (AS) meroket 180% dari harga normalnya sejak awal Maret. Hal itu terjadi karena mayoritas masyarakat menimbun kebutuhan pokok seperti telur atau yang biasa dikenal dengan aksi panic buying.

Aksi panic buying sendiri terjadi lantaran dilanda virus corona yang membuat semua orang terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah. Akhirnya, pasokan telur pun terbatas sehingga menyebabkan lonjakan harga di berbagai ritel di sana.

Berdasarkan riset Nielsen, penjualan telur di AS beberapa pekan belakangan meningkat hingga 44% dari rata-rata penjualan tahun lalu. Hal itu mendorong peritel besar di AS untuk menerapkan batasan pembelian terhadap telur dan barang pokok lainnya.

"Konsumen panic buying sepertinya yang biasa dilakukan sebelum badai salju. Mereka berbondong-bondong membeli barang-barang pokok (susu, roti, tisu toilet, dan telur)," ujar Direktur dan Analis Telur dari Urner Barry, Brian Moscogiuri dikutip dari CNN, Kamis (26/3/2020).

Di sisi lain, Kementerian Pertanian AS mencatat bahwa sepanjang virus corona melanda, peritel telah melakukan pemesanan terhadap telur hingga enam kali lebih banyak dari biasanya. Bahkan, jumlah itu telah menghabiskan pasokan yang seharusnya dijual untuk permintaan menjelang perayaan Paskah. Hal inilah yang membuat harga telur melonjak tajam.

"Harga grosir untuk telur naik drastis sepanjang minggu ini, sebab sulit mempertahankan stok yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen yang tinggi," tulis Kementerian Pertanian AS dalam laporan mingguannya.


Simak Video "Kendalikan Pikiran, Kenali Sebab dan Tips Cegah Panic Buying"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
harga telur ayamharga telurpanic buyingamerika serikatvirus corona