Emas Jatuh US$ 27 Setelah Dua Hari Beruntun Menguat

Emas Jatuh US$ 27 Setelah Dua Hari Beruntun Menguat

Terbaiknews - ChicagoBeritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah...

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melemah pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (26/3/2020), karena overbought(jenuh beli).

Kontrak emas paling aktif pengiriman April jatuh US$ 27,4 atau 1,65 persen, menjadi US$ 1.633,4 per ounce, sehari setelah membukukan kenaikan satu hari terbesar sejak 2009.

Emas berjangka melambung US$ 93,2 atau 5,95 persen menjadi US$ 1,660,8 per ounce pada perdagangan Selasa (24/3/2020), mencatat kenaikan persentase harian terbesar dalam satu dekade. Sehari sebelumnya emas melonjak US$ 83 atau 5,59 persen menjadi US$ 1.567,60.

Dow Jones Menguat Didorong Kesepakatan Stimulus US$ 2 Triliun

Emas juga di bawah tekanan saat Departemen Perdagangan AS merilis laporan pesanan barang tahan lama Februari 2020 lebih baik dari perkiraan pada Rabu (25/3/2020). Hal ini menunjukkan kekuatan di sektor otomotif. Data menunjukkan peningkatan 1,2 persen, dibandingkan kenaikan 0,1 persen periode sebelumnya.

Minyak Turun 2%, AS Desak Arab Akhiri Perang Harga Rusia

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengkur greenback terhadap mata uang utama lainnya melemah 0,92 poin atau 0,9 persen, ke level 101,12 pada pukul 17.50 GMT. “Pasar emas terpukul virus corona sekarang," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Harga emas spot diperdagangkan di bawah emas berjangka AS sebagai tanda pasar khawatir bahwa pembatasan perjalanan udara dan penutupan pabrik pengolahan akan menghambat pengiriman emas ke Amerika Serikat.

Logam mulia lainnya, perak pengiriman Mei naik 61,6 sen atau 4,32 persen, menjadi US$ 14,873 per ounce. Platinum pengiriman April naik US$ 43,8 atau 6,24 persen, menjadi US$ 745,5 per ounce.


Sumber: Reuters
Emas