E-commerce dalam Perspektif Islam

E-commerce dalam Perspektif Islam

Terbaiknews - Prinsip Bisnis Menurut Hukum Ekonomi IslamDalam kehidupan manusia kebutuhan tidak terlepas dari...

Prinsip Bisnis Menurut Hukum Ekonomi Islam

Dalam kehidupan manusia kebutuhan tidak terlepas dari kebutuhan jasmani maupun rohani. Kebutuhan jasmani didalamnnya terdapat aturan baik yaitu aturan yang bersifat vertikal maupun horizontal. Aturan yang bersifat vertikal dan horizontal telah diatur oleh Allah SWT dan Rasulnya melalui Al-Qur'an dan hadist.

Salah satu bentuk dari pemahaman Al-Qur'an yaitu dalam hukum dan ekonomi maka perkembangannya munculah istilah hukum ekonomi islam yang didalamnya telah diatur mengenai kiat-kiat dalam memenuhi kebutuhan jasmani yang tidak terlepas dari sandang papan dan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dilakukanlah dengan cara usaha dan berbisnis.

Bisnis berasal dari bahasa inggris yaitu businnes yang mengandung sejumlah arti didalamnya " usaha komersial yang menyangkut soal penukaran uang bagi produsen, distributor, maupun bidang jasa. ÂDalam kamus besar bahasa Indonesia mengartikan sebagai usaha komersial dalam dunia perdagangan. Sedangkan dalam bahasa Arab, kata bisnis yaitu kata Al-Tijarah, Al-Bai', dan Al-Mubadalah yang berati jual beli atau perdagangan.Â

Bisnis didefinisikan sebagai bentuk segala aktivitas dari berbagai transaksi yang dilakukan manusia guna menghasilkan keuntungan yang berupa barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bisnis yang dilakukan dengan cara baik dan halal akan memberikan manfaat dan menambah kebaikan baik bagi produsen maupun konsumen. Sebaliknya bisnis yang dilakukan dengan cara makruh akan mendatangkan mudarat. Oleh karna itu jika seseorang mengamalkan segala titah illahi dalam dunia bisnis, maka ia akan menolak segala bentuk perbuatan khianat terhadap sesama manusia, dengan kata lain menerima hasil bisnis dengan cara menipu, berbuat curang, maupun riba.Â

Dalam Âmemenuhi kebutuhan sehari-hari berbisnis apapun diperbolehkan menurt islam selama tidak menyalahi aturan islam yang telah digariskan dalam Al-Qur'an maupun hadist. Sebagaimana kaidah yang berbunyi " " yang artinya " Hukum asal dalam muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya " . Maksud kaidah tersebut adalah bahwa dalam setiap muamalah dan transaksi pada dasarnya boleh kecuali yang sudah ditegaskan haram yang mengakibatkan kemudaratan.Â

Dalam hukum ekonomi islam terdapat beberapa konsep tetang aturan berbisnis diantaranya adalah : 1). prinsip An-Taradhin dalam bisnis, 2). Tidak berbisnis ketika tiba shalat Jum'at, 3). Anti riba, dan Â4). Anti penipuan. Selain itu secara prinsip akad jual beli harus terindar dari 6 macam yaitu : a). Ketidakjelasan (Al-Jahalah), b). Pemaksaan (Al-Ikrah), c). Pembatasan dengan waktu (At-Tauqit), d). Penipuan (Al-Gharar), e). Kemudarratan (Adh-Dharar), dan f). Syarat yang merusak.

Bisnis dalam Hukum Ekonomi Islam

Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat muslim telah banyak mengatur berbagai aspek kehidupan, baik aspek illahiyah, ubudiyah, maupun muamalah. Dalam aspek muamalah Al-Qur'an tlah mengatur tentang sosial ekonomi. Apabila aspek ekonomi mendominasi kehidupan manusia, maka Al-Qur'an memberikan aturan agar ketika melakukan kegiatan ekonomi bisni tidak terjerumus kedalam jurang kehancuran dan keharaman yang berujung kepada kemadarattan.

Al-Qur'an melarang bisnis yang Âdilakukan dengna cara bathil, karna itu akan merugikan pihak lain. Untuk menghindari cara bathil tersebut Al-Qur'an memberikan solusi dengan cara An-Taradhin (suka sama suka diantaran kedua belah pihak dalam berbisnis). Sebagaimana dalam firman Allah surat An-Nisa Ayat 29 sebagaimana berikut : '' '' yang artinya : ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ÂWahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya, janganlah kalian mengambil harta orang lain secara batil (ilegal). Seperti merampas, mencuri, suap-menyuap, dan lain-lain. Kecuali harta itu menjadi barang dagangan; berlandaskan kerelaan antara pihak yang berakad. Harta semacam itulah yang halal kalian makan dan belanjakan. Dan janganlah kalian membunuh orang lain, bunuh diri, dan menjerumuskan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian. Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kalian ialah Dia mengharamkan darah, harta, dan kehormatan kalian.

VIDEO PILIHAN