Disindir Ahok, Pertamina Tetap Lanjutkan Rencana Akuisisi Blok Migas Luar Negeri

Disindir Ahok, Pertamina Tetap Lanjutkan Rencana Akuisisi Blok Migas Luar Negeri

Terbaiknews - VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman 

, JAKARTA - PT Pertamina memastikan upaya akuisisi blok migas di luar negeri tetap dijalankan berbarengan dengan peningkatan eksplorasi di dalam negeri.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman bilang, proses akuisisi lapangan migas masih tetap berjalan.

Ia menekankan, sejumlah prosedur ditempuh Pertamina dalam pelaksanaan akuisisi ini.

"Akuisisi luar negeri belum dapat sampaikan (detailnya). Namun, prosedur dilakukan, Ada persetujuan Direksi, Dewan Komisaris, dan dengan prudent serta profesional bahkan pendampingan dan saran dari penegak hukum juga kami perhatikan," ungkap Fajriyah kepada Kontan.co.id, Rabu (16/9).

Sebelumnya, rencana akuisisi ini menemui ganjalan. Pasalnya, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai eksplorasi migas dalam negeri lebih baik dilakukan ketimbang akuisisi di luar negeri.

"Sekarang sudah ngutang US$ 16 miliar, tiap kali otaknya minjem duit aja nih. Saya udah kesal nih, pinjam duit terus mau akuisisi lagi," kata Ahok dalam cuplikan video Youtube di kanal POIN yang dikutip Kontan.co.id, Selasa (15/9).

Ahok menilai, ketimbang melakukan akuisisi blok migas di luar negeri, sebaiknya Pertamina melakukan eksplorasi di dalam negeri. Pasalnya saat ini tercatat masih ada 12 cekungan yang berpotensi menghasilkan temuan cadangan migas.

Fajriyah memastikan, pelaksanaan eksplorasi migas masih tetap dilakukan. Ia menjelaskan, hingga Juli 2020 Pertamina telah melakukan pengeboran sebanyak 8 Sumur eksplorasi, 180 sumur eksploitasi dan 600 workover serta 6.724 pekerjaan well services.

"Dalam rangka mencari sumber cadangan baru, Pertamina telah menjalankan seismik 2D sepanjang 31.153 Km dan seismik 3D seluas 493 Km2," pungkas Fajriyah.

Artikel Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Dikecam Ahok, Pertamina tetap jalankan rencana akuisisi blok migas luar negeri