Cara Mengimplementasikan Akuntansi Istishna' Dalam Kehidupan Sehari-hari - Berbagi Ilmu

Cara Mengimplementasikan Akuntansi Istishna' Dalam Kehidupan Sehari-hari - Berbagi Ilmu

Terbaiknews - Sebelum masuk di inti pembahasan disini penulis akan membahas terlebih dahulu apasih sebenarnya...

Sebelum masuk di inti pembahasan disini penulis akan membahas terlebih dahulu apasih sebenarnya akuntansi syariah itu ?. Nah yang dimaksud dengan akuntansi syariah secara umum yaitu akuntansi yang menjalankan aktivitas ekonominya berlandaskan agama islam, dan akuntansi syariah menekankan dua hal yaitu pelaporan dan akuntabilitas.

Adapun macam-macam dari akuntansi perbankan yang ada di Indonesia yaitu akuntansi mudharabah, akuntansi musyarakah, akuntansi salam, istishna, ijarah, ijarah MBT, kafalah, dan Mudharabah Muqayyadah. Nah kali ini penulis hanya akan membahas salah satu dari macam-macam akuntansi perbankan yaitu akuntansi Istishna'.

Akuntansi istishna yaitu kontrak jual beli yang disepakati antara penjual dan pembeli barang tertentu dengan persyaratan dan kriteria tertentu. Barang manufaktur yang biasanya diperjualbelikan, dalam hal pembayaran transaksi istishna dilakukan di muka, dengan cara ditangguhkan atau cicilan sampai waktu yang ditentukan.

Menurut pandangan mazhab Hanafi, masyarakat muslim telah melakukan transaksi istishna sejak masa awal tanpa ada ulama yang mengingkari jadi hukumnya boleh untuk dilakukan. Dalam ketentuan syar'i transaksi istishna diatur dalam fatwa DSN no 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang jual beli istishna. Fatwa tersebut mengatur tentang ketentuan barang dan ketentuan pembayaran.

Adapun Contoh Transaksi Dengan Akad Istishna dalam kehidupan sehari-hari yaitu (1) Baju, ketika anda ingin membeli baju sesuai dengan yang diinginkan maka itu termasuk transaksi istishna. Misalnya: anda ingin bajunya model tunik dengan ikat pinggangnya. (2) Kendaraan, ketika anda ingin membeli motor sesuai yang diinginkan, maka hal tersebut termasuk juga transaksi istishna. Misalnya: anda ingin membeli motor merek scoopy dengan warna motor hitam.

Pasti masih ada yang sulit membedakan antara akad istishna dengan akad salam, nah adapun perbedaan Akad istishna dan Akad salam yaitu Akad istishna, metode pembayarannya itu dilakukan boleh diakhir, boleh dilakukan diawal, maupun boleh dilakukan pembayarannya secara berangsur. Sedangkan akad salam yaitu metode pembayarannya dilakukan di awal sebelum barangnya diterima. Itulah perbedaan dari kedua akad tersebut.

Adapun cakupan Standar Akuntansi Istishna Paralel yaitu Akuntansi istishna diatur dalam Pernyataan Standar Keuangan (PSAK) no. 104 tentang istishna. Terkait dengan pengakuan dan pengukuran transaksi, standar ini mengatur tentang penyatuan dan segmentasi akad, pendapatan istishna dan istishna paralel, istishna dengan pembayaran tangguh, biaya perolehan istishna, penyelesaian awal pengakuan taksiran rugi, perubahan pesanan dan tagihan.

DAFTAR RUJUKAN :

Muhammad, Rifqi. 2008. Akuntansi Keuangan Syariah. Depok. B3EI FEUI

http://iaiglobal.or.id/v03/standar-akuntansi-keuangan/pernyataan-sas-67-psak-syariah-104

VIDEO PILIHAN