Barantum Sharing Section, Sebuah Media yang Didedikasikan oleh Barantum bagi Pelaku Bisnis (Khususnya Klien Barantum)

Barantum Sharing Section, Sebuah Media yang Didedikasikan oleh Barantum bagi Pelaku Bisnis (Khususnya Klien Barantum)

Terbaiknews - Dari hasil survey Âyang dilakukan oleh Bank Indonesiakita bisa melihat bahwa saat ini memang...

Dari hasil survey Âyang dilakukan oleh Bank Indonesia, kita bisa melihat bahwa saat ini memang kondisi makro ekonomi Indonesia belum dalam kondisi normal. Dimana perekonomian ÂIndonesia Âhingga masuk semester ke-2 tahun 2020 Âberada di angka 0,03% (yoy). Jauh dari kondisi tahun 2019 yang ada di posisi 5,02% (yoy).Â

Terjadinya penurunan Âyang cukup drastis dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, memang didasarkan pada beberapa hal. Seperti misalnya : Lesunya perekonomian dunia yang secara langsung atau tidak juga berdampak pada perekonomian dalam negeri, Terjadinya penurunan daya beli masyarakat yang terjadi karena dampak perekonomian dalam negeri yang belum kondusif serta masih terus berlanjutnya pandemi corona yang hampir merasa di seluruh Indonesia.

Disamping beberapa kondisi Âyang telah di jelaskan diatas, kondisi lain Âyang menyebabkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi nasional adalah : (1) Terjadinya Âpenurunan nilai tukar rupiah dibanding tahun 2019. Saat ini kisarannya berada di angka Rp14.395/USD, sedangkan di tahun 2019 masih berada di angka Rp13.901/USD. (2) Meskipun angka nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini masih dibawah perkiraan asumsi makro APBN 2020 yang berada di kisaran Rp14.900- Rp15.500/USD. Namun terjadinya Âgejolak ekonomi Âyang ada di dunia, regional hingga nasional secara langsung jelas membawa dampak pada penurunan kualitas ekonomi yang ada di dalam negeri.

Seperti apapun kondisinya di tahun 2020, Ânyata dari hasil survey yang dilakukan oleh team Bank Indonesia. Ternyata pelaku bisnis yang ada di ÂIndonesia tetap optimis Âbahwa di tahun Â2021 kondisi ekonomi Indonesia akan Âberada di posisi lebih baik dibanding tahun 2020. Optimisme itu sendiri memang bukan tanpa alasan. Karena beberapa indikasi positif Âyang bisa Âterjadi sepanjang tahun 2021 akan membawa dampak positif Âbagi perkembangan pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia pada tahun 2021.

(1). Sebut saja misalnya PDB Indonesia yang ada di angka 3,46% (yoy), lebih tinggi dibanding yang terjadi pada Âtahun 2020 yang hanya berada di angka 0,03% (yoy). (2) Terjadinya perubahan dari skala ekonomi global dan regional yang membawa dampak positif Âbagi peningkatan daya beli masyarakat dan terjadinya peningkatan nilai investasi yang masuk ke Indonesia baik dari dalam negeri ataupun luar negeri.

BARANTUM SHARING SECTION, MENGHADIRKAN ÂYENNY BACHTIAR, ÂVICE PRESIDEN BUSINESS SERVICE ÂAT KATADATA ÂINDONESIA.Â

Â

Barantum Sharing Section, Sebuah Media yang Didedikasikan oleh Barantum bagi Pelaku Bisnis (Khususnya Klien Barantum)
Berita resmi statistik No 39/05/ThXXIII
Menyikapi kondisi yang seperti ini, memang pada akhirnya di butuhkan adanya kolaborasi bisnis diantara Pemerintah dan Swasta atau sesama pelaku bisnis swasta yang ada di ÂIndonesia. ÂKita Âyakin seberat apapun masalah yang kita hadapi, selama semuanya di jalankan dengan baik dan ikuti aturan yang di tetapkan Âoleh Âpemerintah maka kita yakin masalah ini akan bisa di atasi dengan baik. ÂHal itulah yang pada akhirnya mendasari Barantum dengan konsep Barantum Sharing Sectionnya mencoba mengambil inisiatif untuk berbuat dan berbagi dengan para pelaku bisnis yang ada di Indonesia untuk saling berbagi.

Dengan menghadirkan seorang Yenny Bachtiar, Vice Presiden Business Service at Katadata Indonesia, Âmaka Event yang akan berlangsung pada tanggal 28 Juli 2020 Âini akan Âjadi satu event menarik untuk kita semau melakukan sharing demi terciptanya satu kondisi yang lebih baik diantara para pelaku bisnis yang ada di Indonesia.

Profilnya Âyang cukup Âdisegani Âtidak saja di lingkungan Katadata Indonesia tetapi juga di kalangan media massa membuktikan Âbahwa sosok seorang  Yenny ÂBachtiar memang Âmemiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup baik. ÂBerlatar belakang pendidikan dari Universitas Gadjah Mada dengan spesialisasi di bidang Psychology Âyang di selesaikannya pada tahun Â2002. Sosoknya memang tepat dalam menangani bidang HRD. Itulah sebabnya di Katadata Indonesia dua peran Âyag pernah di tanganinya : Human Capital Division Head ( hingga Âtahun 2018 ) dan saat ini menjabat VP Business Service. Â

Katadata sendiri adalah, sebuah perusahaan yang fokus pada bidang media massa dan riset online di bidang ekonomi dan bisnis. Kompetensinya yang fokus dalam kedua bidang tersebut membuat Katadata selalu berusaha memberikan update data dan informasi dalam bentuk penyajian beriat, informasi, analisa data dan hasil riset mendalam yang berguna tidak saja untuk pelaku bisnis yang menjadi kliennya. Tetapi juga kepada semua pelaku Âbisnis yang ada di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. ÂSalah satu hal menarik yang menjadi ciri khas dari Katadata Indonesia adalah menyajikan data dan informasinya Âyang di kemas dalam bentuk tampilan Âvisual Âyang menarik. Hal Âini makin mempermudah siapapun dalam membaca dan memahami apa Âyang menjadi penyajian katadata dalam setiap relleasenya.

VIDEO PILIHAN