143 Perusahaan Asing Incar Indonesia

143 Perusahaan Asing Incar Indonesia

Terbaiknews - OA_show('Banner - Carpet Banner'); Begin Dable...
Begin Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]
End Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]

TERGUNCANGNYA rantai pasokan dunia (global supply chain) selama pandemi covid-19 memaksa perusahaan multinasional merelokasi industri mereka ke negara-negara Asia, terutama kawasan ASEAN.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan sebanyak 143 perusahaan multinasional di antaranya beralih ke Indonesia dengan perkiraan serapan tenaga kerja hingga 300 ribu orang. Perusahaan-perusahaan itu berasal dari AS, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Tiongkok.

“Hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia menggantikan posisi Tiongkok sebagai tujuan investasi dalam sistem rantai pasokan global baru. Kita menyadari pentingnya peningkatan iklim investasi dan daya saing. Untuk itu pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan,” kata Airlangga saat webinar Transforming Indonesia into Asia’s Next Supply Chain Hub yang diadakan HSBC Economic Forum, di Jakarta, kemarin.

Kebijakan pertama, lanjut Airlangga, merampungkan RUU Cipta Kerja untuk menciptakan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, kesejahteraan pekerja, peningkatan produktivitas, dan peningkatan investasi.

“Kami juga menyusun daftar prioritas investasi mencakup bidang usaha dengan fasilitas perpajakan atau nonperpajakan. Kriterianya industri berorientasi ekspor, substi tusi impor, padat karya, padat modal hightech, dan berbasis digital,” jelas Airlangga.

Pada kesempatan sama, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan kepercayaan investor asing kepada Indonesia terlihat dari tingkat penurunan foreign direct investment (FDI) atau penanaman modal asing langsung.

“Hampir semua survei mengatakan FDI turun 30%-40%. Kita turun 10%. Realisasi investasi Indonesia di semester pertama 2020 mencapai Rp402,6 triliun, yakni penanaman modal dalam negeri Rp207 triliun dan penanaman modal asing Rp195,6 triliun,” ujar Bahlil.

Kepala Ekonom HSBC untuk ASEAN, Joseph Incalcaterra, mengungkapkan pentingnya Indonesia menarik FDI dengan keunggulan jika dibandingkan dengan negara ASEAN, yakni sumber daya alam. “Indonesia penyuplai nikel terbesar di dunia.” (Iam/Ifa/X-3)

Mulai Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (in-article) Akhiri Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (end in-article)