Wamen BUMN: Garuda, Waskita, dan Perumnas Harus Direstrukturisasi Secara Fundamental

Wamen BUMN: Garuda, Waskita, dan Perumnas Harus Direstrukturisasi Secara Fundamental

Terbaiknews - - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan ada tiga...

, - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan ada tiga perusahaan pelat merah yang harus direstrukturisasi secara fundamental karena keuangannya “babak belur” terdampak pandemi Covid-19.

“Beberapa BUMN harus melakukan restrukturisasi yang fundamental, seperti Garuda, Waskita Karya dan Perumnas yang memang secara signifikan kesehatan keuangannya terdampak oleh Covid,” ujar pria yang akrab disapa Tiko dalam sebuah webinar, Kamis (28/1/2021).

Tiko menambahkan, pandemi Covid-19 ini membuat beberapa perusahaan pelat merah mengalami penurunan pendapatan. Salah satu yang terdampak paling parah, yakni di sektor energi.

Jejak Sugiat Santoso, Timses Bobby yang Jadi Komisaris Anak BUMN

“Di mana yang paling terdampak adalah sektor energi, dimana memang konsumsi BBM dan listrik selama 9 bulan yang lalu karena Covid ini membuat demand pembelian energi menurun drastis,” kata dia.

Tak hanya itu, sektor BUMN Karya dan BUMN tourism juga ikut terkena dampak pandemi Covid-19. Untuk BUMN Karya, pendapatannya menurun karena adanya perlambatan pembangunan infrastruktur karena krisis ini.

“Kemudian revenue dari infrastruktur karena perlambatan pembangunan infrastruktur fisik yang membuat pendapatan dari perusahaan-perusahaan karya menurun. Dan juga pada sektor tourism dan pendukungnya, ini juga termasuk airport, Garuda, hotel, ITDC terdampak signifikan dari dampak Covid yang menyebabkan pergerakan orang terbatas dan demand atas berbagai komoditas maupun energi menurun signifikan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini Tiko juga membeberkan pertumbuhan utang BUMN-BUMN dalam lima tahun terakhir. Sebab, ada beberapa perusahaan plat merah yang diberi penugasan oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur seperti tol, bandara dan juga pelabuhan.

“Ini membuat posisi utang BUMN meningkat mencapai Rp 1.682 triliun di bulan ke 9 2020,” ucap mantan Direktur Bank Mandiri itu.

Erick Thohir Angkat Mantan Kepala BPKP Jadi Stafsus Kementerian BUMN